KEDIRI — Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, meminta dukungan media, LSM, dan organisasi kemasyarakatan untuk menyukseskan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, khususnya percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih.
Hal itu disampaikan Letkol Inf. Dhavid saat bertemu perwakilan media, LSM, dan ormas di Aula Makodim Kediri, kemarin.
Menurutnya, program tersebut telah mendapat dukungan dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati untuk mempercepat pembangunan koperasi di wilayah masing-masing.
Di Kabupaten Kediri, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hampir seluruhnya rampung dengan hanya menyisakan tiga bangunan yang masih dalam proses penyelesaian. Sementara di Kota Kediri, pemerintah mulai melakukan pembangunan tiga Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di masing-masing kecamatan, Kelurahan Pojok, Ngronggo dan Tosaren.
“Dukungan diberikan Mas Dhito dan Mbak Wali untuk percepatan pembangunan ini. Seluruh pembangunan berada di bawah koordinasi PT Agrinas Pangan Nusantara, sedangkan Kodim bertugas sebagai Satkorwil yang melakukan pengawasan,” ujar Dandim.
Ia menegaskan pernyataan tersebut sekaligus meluruskan kabar yang menyebutkan bahwa Kodim memiliki kewenangan menentukan kontraktor proyek pembangunan koperasi.
Selain mengawal pembangunan koperasi, Kodim Kediri juga berencana menyinergikan program tersebut dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
“Kami menjalankan ini sesuai arahan pimpinan komando atas untuk mendukung program nasional Presiden. Jika ada informasi yang kurang jelas atau hoaks, silakan diklarifikasi,” katanya.
Namun, percepatan pembangunan koperasi di Kota Kediri juga menghadapi kendala keterbatasan lahan. Dandim menyebut setidaknya terdapat 12 kelurahan yang belum memiliki lahan kosong seluas sekitar 1.000 meter persegi yang dibutuhkan untuk pembangunan gerai koperasi.
Lahan tersebut direncanakan terdiri dari 600 meter persegi untuk bangunan gerai dan 400 meter persegi untuk area parkir.
Meski demikian, Letkol Inf. Dhavid optimistis pemerintah kota mampu mencari solusi atas keterbatasan lahan tersebut.
“Satu gerai tetap untuk satu kelurahan dan satu desa. Tidak digabungkan. Kami yakin pemerintah kota akan menemukan solusi,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan Koperasi Merah Putih nantinya dapat memperpendek rantai distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Koperasi juga diharapkan mampu menyerap hasil produksi warga, khususnya petani, sehingga harga komoditas menjadi lebih kompetitif.
“Koperasi bisa mengambil bahan dari warga. Dengan begitu harga bisa lebih murah dibanding melalui tengkulak, sehingga roda ekonomi masyarakat dapat berputar,” kata perwira kelahiran Situbondo
Ke depan, koperasi tersebut juga didorong untuk memperluas pasar hingga ekspor komoditas pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri, Eko Hadi Lukmono, memastikan pemerintah kota siap bersinergi dengan Kodim untuk mempercepat pembangunan koperasi tersebut.
“Kami siap bekerja sama dengan Kodim untuk mendukung percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih,” ujarnya.



