KEDIRI — Warga Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, digegerkan oleh dua kali ledakan keras yang terjadi pada Minggu malam (16/3/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Ledakan yang diduga berasal dari bubuk mercon tersebut menyebabkan kerusakan pada salah satu rumah warga.
Dentuman pertama terdengar dari bagian belakang rumah, kemudian disusul ledakan kedua yang terjadi di bagian depan bangunan. Suara ledakan yang cukup keras membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara.
Kapolsek Kandangan IPTU Winarto membenarkan adanya dua kali ledakan dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan dugaan awal, ledakan dipicu oleh bubuk mercon yang tersimpan di lokasi kejadian.
“Memang benar tadi malam terjadi dua kali ledakan. Ledakan pertama berasal dari belakang rumah, kemudian disusul ledakan kedua di bagian depan. Dugaan sementara berasal dari bubuk mercon,” ujar Winarto.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut mengakibatkan kerusakan pada satu rumah warga, terutama pada bagian atap dan tembok bangunan.
Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua mengatakan pihaknya segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi di area sekitar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan adanya bahan peledak lain.
“Saat ini tim Gegana dari Polda Jawa Timur sedang melakukan sterilisasi di lokasi untuk memastikan tidak ada bahan peledak lain yang masih tersisa di TKP,” jelas Joshua.
Ia menambahkan, proses penyelidikan akan dilakukan secara ilmiah dengan melibatkan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur guna memastikan jenis bahan yang digunakan serta penyebab pasti ledakan.
“Kami mengedepankan scientific crime investigation. Artinya pembuktian akan dilakukan secara forensik dengan bantuan tim Labfor Polda Jatim,” katanya.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga bahan peledak tersebut berasal dari bubuk mercon yang dibeli secara daring. Bahan itu kemudian diduga diracik sendiri dengan metode yang dipelajari melalui internet.
Di sisi lain, pemilik rumah bernama Yasin diduga bukan pemilik bahan peledak tersebut. Saat peristiwa terjadi, Yasin diketahui berada di dalam rumah, sementara bubuk mercon ditemukan di halaman belakang rumah.
Polisi juga menelusuri adanya transaksi pembelian bubuk mercon dengan sistem cash on delivery (COD). Dari penelusuran tersebut, petugas mengamankan dua anak dari wilayah Badas yang diduga sebagai pembeli bahan tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman. Setelah pemeriksaan saksi dan analisis forensik selesai, baru akan dilakukan gelar perkara untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab,” ujar Joshua.
Sementara itu, Kepala Desa Karangtengah Sukarmanto Wijaya mengatakan kejadian ledakan seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayahnya, meskipun penggunaan petasan saat Ramadan kerap ditemukan setiap tahun.
“Kalau mercon memang hampir tiap tahun ada saat Ramadan, tapi kejadian ledakan seperti ini baru pertama kali terjadi di desa kami,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa sebenarnya telah berulang kali mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan ataupun menyimpan petasan karena berpotensi membahayakan keselamatan.
Hingga kini, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul bahan peledak serta pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.



