Investasi Kediri Tembus Rp1,66 Triliun, Wali Kota Ajak Semua Pihak Jaga Iklim Usaha

KEDIRI – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Jumat (13/3/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh pengusaha, perbankan, direktur rumah sakit, tenaga kesehatan, LPMK, RT/RW, karang taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Momentum Ramadan ini dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antar stakeholder dalam mendukung keberlanjutan pembangunan di Kota Kediri.

Dalam sambutannya, Vinanda menyampaikan apresiasi kepada kalangan dunia usaha dan perbankan yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Kediri dalam menciptakan ekosistem perekonomian yang sehat dan terus berkembang.

Ia mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 nilai investasi yang masuk ke Kota Kediri mencapai Rp1,66 triliun. Investasi tersebut berasal dari 23 sektor usaha dengan total 9.817 unit usaha.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para pengusaha, PHRI, KADIN, dan perbankan yang telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif di Kota Kediri,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari komitmen bersama untuk terus menjaga iklim usaha yang sehat dan kompetitif. Pemerintah Kota Kediri juga terus menghadirkan berbagai strategi untuk mendukung pertumbuhan investasi.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain penyederhanaan dan percepatan perizinan, pelayanan proaktif kepada investor, pendampingan usaha, penyediaan data peluang investasi, promosi investasi, hingga menjaga stabilitas iklim usaha di daerah.

Secara khusus, Vinanda juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kediri Raya atas kontribusi sektor perhotelan dan restoran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data yang ada, tingkat hunian kamar hotel di Kota Kediri pada Januari 2026 mencapai 32,64 persen, dengan rata-rata lama menginap tamu sekitar 1,14 malam. Angka tersebut memang mengalami sedikit penurunan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 41,88 persen, yang merupakan periode high season.

Meski demikian, ia optimistis tingkat hunian hotel akan kembali meningkat pada periode Ramadan hingga Idulfitri, seiring meningkatnya aktivitas wisata dan mobilitas masyarakat.

Vinanda juga mendorong hotel-hotel di Kota Kediri untuk menyediakan booklet informasi yang memuat berbagai potensi wisata dan ekonomi daerah, sehingga para tamu yang datang dapat mengenal lebih jauh Kota Kediri.

“Kita harus menyiapkan momentum Ramadan hingga Idulfitri ini bersama-sama, termasuk meningkatkan pelayanan di sektor jasa travel dan perdagangan,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Vinanda mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Kota Kediri. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Saya percaya jika sinergi ini terus diperkuat, pembangunan Kota Kediri akan berjalan semakin baik dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.