rapat koordinasi pembangunan gerai koperasi merah putih (Wildan Wahid Hasyim)

Dandim 0809 Kediri: Seluruh Desa dan Kelurahan Wajib Miliki Koperasi Merah Putih Tahun Ini

KEDIRI – Pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri menunjukkan progres signifikan. Hingga awal Maret 2026, capaian pembangunan telah menyentuh angka 85 persen dari total 390 titik yang ditargetkan berdiri di seluruh desa dan kelurahan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 337 titik telah dikelola pembangunannya, sementara 53 titik lainnya masih dalam tahap penyelesaian dan koordinasi lintas instansi.

Perkembangan tersebut disampaikan Komandan Kodim 0809/Kediri, Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, saat mengikuti video conference progres pembangunan KDKMP bersama Wakil Panglima TNI. Kegiatan berlangsung secara daring dari ruang KDKMP Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Selasa (3/3/2026).

Agenda tersebut turut dihadiri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, jajaran Forkopimda, Kapolres Kediri, Kapolres Kediri Kota, serta unsur TNI-Polri lainnya.

Target Rampung Maret atau April

Dalam paparannya, Dandim menegaskan komitmen penyelesaian pembangunan seluruh gerai pada tahun ini. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai dalam waktu dekat.

“Target penyelesaian Koperasi Merah Putih ini pada bulan Maret atau April nanti. Tahun ini, pastinya tahun ini. Semua desa dan kelurahan wajib memiliki Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” tegas Dhavid.

Ia merinci, dari total 344 desa di Kabupaten Kediri dan 46 kelurahan di Kota Kediri, progres pembangunan di wilayah kabupaten bahkan telah mencapai 96 persen.

“Untuk kabupaten sudah 96 persen, tinggal 4 persen lagi. Kendalanya ada yang berada di lahan perhutani, serta akses jalan yang perlu dipapras dan dibenahi,” jelasnya.

Kendala Lahan di Wilayah Kota

Sementara itu, tantangan di wilayah Kota Kediri lebih banyak berkaitan dengan keterbatasan lahan. Beberapa kelurahan tidak memiliki lahan kosong karena kawasan didominasi bangunan ruko dan permukiman.

“Khusus di kota, ada beberapa kelurahan yang memang tidak memiliki lahan kosong. Hampir seluruhnya sudah terbangun ruko dan rumah. Saat ini kami terus mencari lokasi alternatif yang memungkinkan,” ungkapnya.

Sebagai langkah solusi, Kodim 0809/Kediri telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda untuk memanfaatkan aset yang tidak lagi produktif.

“Kami sudah melakukan survei bersama dan mengajukan pemanfaatan aset milik Pemprov, Pemkot, maupun BUMN yang tidak produktif untuk dijadikan lokasi KDKMP,” tambahnya.

Dikebut dengan Sistem Kerja Paralel

Untuk mempercepat penyelesaian, pembangunan dilakukan dengan sistem kerja paralel melalui pembagian zona dan dua shift kerja setiap hari.

“Satu titik melibatkan 54 pekerja dengan dua shift. Sistemnya paralel dan overlapping pekerjaan, jadi tidak dikerjakan secara seri,” jelas Dhavid.

Skema tersebut dinilai efektif untuk mempercepat progres tanpa mengurangi kualitas pembangunan.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sendiri diharapkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan. Kehadiran gerai koperasi ini diyakini mampu memperkuat distribusi kebutuhan pokok, memperpendek rantai pasok, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara lebih merata.

Dengan capaian yang hampir menyentuh target, pemerintah daerah bersama TNI dan seluruh pemangku kepentingan optimistis program ini dapat rampung sesuai jadwal dan segera memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kediri.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim