KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri mulai menyosialisasikan rencana penataan kawasan Jalan Stasiun dan rehabilitasi saluran utilitas dalam sebuah pertemuan yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Kota Kediri, Senin (26/05). Salah satu fokus utama proyek ini adalah perbaikan jalur pedestrian atau trotoar di sekitar Stasiun Kediri.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Kepala Bappeda Kota Kediri Chevy Ning Suyuti, Plt. Kepala Dinas PUPR Yono Heryadi, hingga perwakilan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, PLN, dan PT KAI. Meski seluruh peserta menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kawasan tersebut, sejumlah warga juga menyampaikan kekhawatiran mereka.
Salah satu warga Kelurahan Balowerti, Denny, yang rumahnya berada di sekitar area proyek, menyampaikan sejumlah catatan penting. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan budaya—yang ia sebut sebagai “ekosof”—dalam setiap kebijakan pembangunan.
“Kami tidak pernah menolak pembangunan. Tapi yang kami harapkan adalah pembangunan yang manusiawi, tidak menyulitkan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata. Lalu lintas, kenyamanan lingkungan, dan dampak ekonominya harus dikaji secara matang,” tegas Denny.
Ia juga menyayangkan minimnya komunikasi antara warga dan pihak-pihak terkait, khususnya PT KAI selaku pemilik kawasan stasiun. Hingga saat ini, menurutnya, belum ada forum bersama yang melibatkan warga, pemerintah kota, dan PT KAI secara langsung.
Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Dinas PUPR Kota Kediri, Yono Heryadi, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan berbasis transportasi atau Transit Oriented Development (TOD) di sekitar Stasiun Kota Kediri. Proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap dan terintegrasi.
“Pekerjaan akan mencakup pelebaran trotoar hingga lima meter agar nyaman bagi pejalan kaki dan ramah difabel, perbaikan sistem drainase untuk mencegah banjir, serta penanaman kabel-kabel utilitas ke dalam tanah agar tampilan kota lebih tertata dan aman,” jelas Yono.
Ia menambahkan, konstruksi akan dimulai dalam waktu dekat dan ditargetkan rampung dalam tujuh bulan. Penebangan pohon hanya akan dilakukan jika sangat diperlukan, dan sebagai gantinya, Pemkot akan melakukan penanaman pohon baru sesuai konsep ruang hijau kota.
Dari sisi utilitas, PLN juga akan berperan aktif. Bimantara Aditya, Manajer PLN Ngadiluwih, menyampaikan bahwa akan ada penambahan empat titik tiang listrik baru di sepanjang Jalan Ade Irma Suryani. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan jaringan kabel tertanam dengan rapi dan aman dari gangguan.
“Mohon kerja sama dari warga, karena pekerjaan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh,” ujarnya.
Pemerintah Kota Kediri menegaskan bahwa ruang komunikasi akan terus dibuka selama proses pembangunan berlangsung. Masukan dan keluhan warga akan ditampung dan ditindaklanjuti demi memastikan proyek ini berjalan seimbang antara pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Warga lainnya, Nowo pun berharap proyek ini tidak hanya memperindah tampilan kota, tetapi juga membawa dampak positif secara langsung bagi kehidupan masyarakat sekitar.
“Kami ingin pembangunan yang tidak melupakan aspek sosial, lingkungan, dan budaya lokal. Jangan sampai warga sekitar justru menjadi pihak yang dikorbankan,” ucapnya.
jurnalis : Neha Hasna Maknuna