Rapat gugus tugas dipimpin Bupati Kediri Hanindhito (Kintan Kinari Astuti)

447 Hewan Diserang Wabah PMK, Pemkab Kediri Siapkan 50 ribu Vaksin dan Tutup Sementara Pasar Hewan

Bagikan Berita :

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri siapkan anggaran Rp. 1,5 miliar untuk pengadaan vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi. Setelah ditemukan data sejumlah hewan ternak terjangkit wabah ini di wilayah Kabupaten Kediri.

Hal ini disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat memimpin Rapat Koordinasi Gugus Tugas di Ruang Kilisuci Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, pada Rabu (08/01). Hadir dalam rapat ini, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, Dandim 0809 Letkol Inf. Ragil Jaka Utama serta perwakilan Polres Kediri dan Kejaksaan.

“Kita masih terus berkomunikasi dengan dinas. Dalam waktu lima hari terjadi kasus yang signifikan total kasus sudah mencapai 447,” jelas Hanindhito. Keputusan untuk memutus rantai penyebaran hewan membuat pemerintah bimbang.

“Kita harus mitigasi vaksin perlu anggaran alokasi pertahun, selain itu persoalan ini bukan yang bisa diselesaikan secara kolektif artinya bersamaan dengan pemerintah kabupaten dan kota lain. Contoh Tulungagung sudah menutup pasar hewannya, kalau kita menutup tapi kota kabupaten lain tidak maka perputaran virus masih bisa,” tambahnya. Pihaknya juga siap menggelontorkan 50 ribu vaksin utamanya untuk peternak kecil.

“Pasar hewan kita evaluasi penutupan sampai Minggu, dan mulai Senin kita akan tutup sampai dengan 25 Januari,” ujar Tutik Purwaningsih Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP). Hal ini mengacu dari kota dan kabupaten lain yang sudah mulai menutup pasar hewannya.

“Secara epidemiologi kalau pasar lain tutup dan kita tidak, maka sebarannya makin meluas meskipun secara pertimbangan perekonomian menjadi tantangan tapi ini yang terbaik,” lanjutnya.

Meski demikian, menurut Tutik, kini para peternak sudah menyadari bahaya PMK sehingga memiliki kesadaran untuk tidak membawa hewan ternaknya ke pasar terlebih dahulu.

jurnalis : Kintan Kinari Astuti
Bagikan Berita :