KEDIRI – Blar-Blar Mega Carnival di Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, tak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81. Festival yang digelar Sabtu (10/10/2026) ini juga menjadi momentum menggerakkan UMKM sekaligus mengenalkan potensi Desa Dukuh sebagai desa wisata.
Blar-Blar Mega Carnival akan diikuti sebanyak 35 peserta yang menampilkan berbagai kreativitas dan pertunjukan dalam rangkaian karnaval. Peserta akan melintasi rute yang telah disiapkan hingga berakhir di Kampung Katresnan, salah satu konsep wisata baru yang tengah dikembangkan di Desa Dukuh.
Ketua Panitia Blar-Blar Mega Carnival, Manon Kusiroto, mengatakan persiapan tidak hanya menyangkut rangkaian acara, tetapi juga pengaturan waktu agar pelaksanaan karnaval tidak berlangsung hingga larut malam.
Untuk mengantisipasi keterlambatan waktu, panitia berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Setiap peserta nantinya akan mendapat pengawalan satu personel kepolisian selama mengikuti karnaval.
“Setiap peserta akan dikawal satu personel kepolisian. Ini untuk mengatur jarak dan waktu agar pelaksanaan sesuai dengan yang sudah ditentukan,” kata Manon.
Selain membantu mengatur jarak antar peserta dan menjaga ketepatan waktu, keberadaan personel kepolisian juga untuk mengantisipasi apabila terjadi kondisi mendesak selama kegiatan.
“Kalau ada hal mendesak seperti tawuran atau tindak kriminal lainnya, sudah ada anggota yang mengawal masing-masing peserta sehingga bisa segera diantisipasi,” ujarnya.
Di sisi lain, Blar-Blar Mega Carnival juga disiapkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan peluang ekonomi. Puluhan pedagang telah mendaftar untuk berjualan dalam kegiatan tersebut.
Pedagang dari luar Desa Dukuh dapat berjualan dengan membeli stiker tanda dagang khusus yang disediakan panitia dengan harga terjangkau. Sementara warga Desa Dukuh yang ingin berjualan diberikan fasilitas tersebut secara gratis.
“Puluhan pedagang UMKM sudah membeli stiker tanda dagang khusus warga luar Dukuh dengan harga yang terjangkau. Selain itu warga Dukuh yang berjualan kami gratiskan,” kata Manon.
Pelibatan UMKM tersebut diharapkan dapat menciptakan perputaran ekonomi selama pelaksanaan karnaval. Masyarakat yang datang tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dapat berbelanja dan menikmati produk yang ditawarkan pelaku usaha lokal.
Selain menggerakkan UMKM, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Desa Dukuh sebagai desa wisata. Desa Dukuh sebelumnya telah dinobatkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah Kabupaten Kediri.
Panitia mengusung konsep dinamika budaya. Panitia berupaya keras menaati Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 200.1.3.1/19/418.62/2026 tertanggal 5 Agustus 2026, yang mengatur penggunaan sound system atau sound horeg dalam kegiatan masyarakat dan karnaval.
Salah satu potensi yang akan diperkenalkan adalah Kampung Katresnan yang menjadi lokasi akhir atau finish Blar-Blar Mega Carnival. Kawasan tersebut merupakan konsep desa wisata baru yang tengah digagas masyarakat Desa Dukuh.
Kampung Katresnan memiliki keunikan dari sisi kehidupan sosial masyarakatnya. Mayoritas warga di kawasan tersebut menikah dengan orang dari lingkungan sekitar, baik dengan tetangga sendiri maupun warga yang masih berada di lingkungan desa tetapi berbeda RT.
Keunikan tersebut menjadi bagian dari cerita yang ingin diangkat dalam pengembangan Kampung Katresnan sebagai salah satu potensi wisata Desa Dukuh.
Dengan berakhirnya karnaval di Kampung Katresnan, pengunjung diharapkan tidak hanya menikmati kemeriahan festival, tetapi juga mengenal lebih dekat potensi desa dan kehidupan masyarakat setempat.
Melalui Blar-Blar Mega Carnival, panitia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dua manfaat sekaligus, yakni menggerakkan perekonomian masyarakat melalui UMKM dan memperkenalkan Desa Dukuh beserta potensi wisatanya kepada masyarakat yang lebih luas.
jurnalis : Sigit Cahya Setyawan



