foto : Rohmat Irvan Afandi

Tuntutan Warga Manggis Puncu Keadilan!!!

KEDIRI – Kehadiran sedikitnya 1.600 orang turut berpartisipasi dalam aksi di depan Gedung DPRD Kabupaten Kediri, kemarin. Menunjukkan ketidakadilan dalam kehidupan di sekitar mereka dan bahkan beberapa menegaskan hukum berpihak kepada orang yang berduit.

Yang cukup mencolok terpasangnya spanduk bertuliskan ‘AKU RT, LEBIH TAHU WARGAKU DARIPADA BUPATI GUBERNUR DAN PRESIDEN’. Tentunya tulisan bisa diartikan bentuk ketidakpedulian selama ini terhadap nasib warga Desa Manggis Kecamatan Puncu.

Melalui Lukas Tunggal selaku Ketua RT. 01 RW. 03 Dusun Desa Manggis didapat penegasan. Bahwa Ketua RT merupakan ujung tombak dari pemerintahan dan tentunya lebih mengetahui permasalahan di sekitarnya.

“RT itu sebagai ujung tombak dari pemerintahan desa. RT lebih tahu daripada warganya mengenai keluh kesah yang dirasakan oleh warga desa. RT lebih tahu daripada bupati, gubernur maupun pak presiden,” tegasnya, dikonfirmasi disela aksi.

Penguasaan Lahan

Peserta aksi membersihkan sampah (Rohmat Irvan Afandi)

Disinggung permasalahan yang sebenarnya terjadi? Lukas menyebutkan adanya keterlibatan oknum pengurus LMDH dan sejumlah oknum pejabat yang menguasai lahan di Desa Manggis. Lahan ini diantaranya dijadikan akses jalan untuk usaha Galian C dan hingga kini dikabarkan masih berjalan tanpa tersentuh aparat penegak hukum.

“Iya betul, betul sekali mengenai Manggis itu. Lahan itu dikuasai oleh LMDH dan ada banyak oknum-oknum pejabat yang terlibat. Ibaratnya Manggis itu bagai gunung batu yang sulit untuk dihancurkan. Makanya kami bersama warga desa bergerak untuk menghancurkan gunung batu itu,” terangnya.

Dia pun juga mempertanyakan terkait kasus korban lapor malah dijadikan tersangka. Padahal sepengetahuan dia, kejadian tersebut terjadi di rumah korban dan hingga menjalani rawat inap.

di tengah kerumunan massa, perhatian tertuju pada sosok Latif yang mengenakan seragam pramuka lengkap. Ketika ditanya, ia menjawab santai,

“Biar rame dan mencolok, karena saya kan badutnya, Pak,” ucapnya

Meski terdengar candaan, ucapannya menggambarkan semangat warga desa berharap segera ada perubahan

Meski melibatkan ribuan warga, namun selama aksi berlangsung damai dan tertib. Usai menyampaikan aspirasi dan dilanjutkan pertemuan. Massa kemudian membubarkan diri dan atas arahan koordinator lapangan, Tubagus Fitrajaya. Mereka terlihat membersihkan sampah di sekitar lokasi.

Jurnalis: Rohmat Irvan Afandi