KEDIRI — Pergantian tahun di Halaman Makodim 0809 Kediri ditandai dengan bergantinya tongkat komando. Pada Senin (30/12), jabatan Komandan Kodim resmi diserahterimakan kepada Letnan Kolonel Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., M.A.P., yang menggantikan Letkol Inf Ragil Jaka Utama.
Dalam sambutan perdananya di hadapan prajurit dan staf, Letkol Dhavid langsung menegaskan arah kepemimpinannya: Kodim harus hadir dekat dengan masyarakat dan menjadi mitra aktif pemerintah daerah. Ia menekankan peran Babinsa sebagai pintu pertama yang tanggap ketika persoalan muncul di tengah warga, sejalan dengan semangat “Kodim Kediri Bersahabat.”
Putra daerah Bondowoso ini bukan sosok asing dalam dunia militer. Hampir dua dekade kariernya ditempa melalui berbagai penugasan, mulai dari Bali, Surabaya, Bandung, hingga wilayah Kodam I. Sebelum mengemban amanah di Kediri, ia memimpin Batalyon 202 Brigif 1 Wijaya Sakti Kodam Jaya selama kurang lebih satu setengah tahun.
Penugasan di Kediri, menurutnya, adalah kepercayaan sekaligus kesempatan untuk membangun kerja kolaboratif yang lebih erat dengan masyarakat.
“Hari ini saya diterima dan disambut oleh prajurit Kodim 0809 Kediri dengan sangat luar biasa. Terima kasih kepada para perwira, Kasdim, staf, dan Danramil. Semangatnya bahkan melebihi satuan tempur,” ungkapnya dengan raut bahagia.
Antusiasme dan energi prajurit dinilainya sebagai modal besar untuk membentuk tim yang solid. Ia berharap semangat tersebut diwujudkan dalam pelayanan nyata yang cepat, sigap, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sebagai komandan baru, Letkol Dhavid menegaskan komitmennya menempatkan Kodim di garis depan dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Sinergi dengan pemerintah daerah, aparat terkait, dan elemen masyarakat disebutnya sebagai kunci utama agar setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kita hadir untuk bekerja bersama, menjaga kondusivitas wilayah, ketenteraman, keamanan, dan ketertiban masyarakat. Kodim membantu pemerintah daerah agar seluruh agenda dapat berjalan lancar,” tegasnya.
Untuk memastikan koordinasi berjalan tanpa hambatan, seluruh Babinsa diwajibkan selalu siaga dan mudah dihubungi. Tidak ada izin tanpa sepengetahuan komandan. Ke depan, Kodim juga akan memanfaatkan aplikasi pemantauan kegiatan, mulai dari pengecekan pos, dokumentasi lapangan, hingga laporan progres secara real time.
Letkol Dhavid turut menyoroti sejumlah agenda nasional yang membutuhkan percepatan, seperti program SPPG, KKMP, hingga pembangunan jembatan. Menurutnya, peran Kodim tidak hanya menjaga stabilitas wilayah, tetapi juga memastikan proyek strategis berjalan tertib dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam waktu dekat, ia berkomitmen mendorong seluruh program prioritas melalui koordinasi yang solid serta penyelesaian cepat atas hambatan teknis di lapangan. Baginya, kerja yang sistematis, disiplin, dan bersahabat dengan warga adalah kunci menghadirkan hasil yang langsung dirasakan masyarakat Kediri.









