KEDIRI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0809/Kediri Tahun 2026 resmi dimulai. Pembukaan program ditandai dengan upacara yang digelar di Lapangan Sumber Bahagia, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Selasa (10/2/2026).
TMMD ke-127 menjadi wujud nyata kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam mempercepat pembangunan desa, baik melalui pembangunan infrastruktur maupun penguatan kapasitas masyarakat.
Upacara pembukaan dihadiri Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa, jajaran Kodim 0809/Kediri, Kepala Kejaksaan Negeri Kediri, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kediri Dewi Maria Ulfa menyampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus bagian dari tugas operasi militer selain perang untuk membantu pemerintah daerah.
“Pelaksanaan TMMD ke-127 merupakan kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Kediri. Program ini mempertemukan TNI, pemerintah, dan masyarakat untuk bersama-sama mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga melalui kegiatan fisik dan nonfisik,” kata Dewi Maria Ulfa, mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Ia menjelaskan, Desa Gadungan dipilih sebagai lokasi TMMD melalui mekanisme perencanaan dari bawah (bottom up planning), dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kebutuhan mendesak masyarakat. Penentuan lokasi juga memperhatikan keseimbangan antara aspek kesejahteraan dan pertahanan wilayah.
“Sasaran TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” jelasnya.
Untuk kegiatan fisik, TMMD ke-127 meliputi pembangunan jalan penghubung Dusun Sumber Bahagia menuju Desa Gadungan, rehabilitasi musala, serta perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Sementara itu, kegiatan nonfisik diisi dengan berbagai sosialisasi, pelatihan, dan program pemberdayaan masyarakat.
Selain sasaran utama, TMMD ke-127 juga mengerjakan sejumlah program unggulan TNI Angkatan Darat, seperti pengeboran sumur untuk kebutuhan air bersih dan irigasi pertanian, rehabilitasi MCK, kegiatan penghijauan, program ketahanan pangan, hingga bakti TNI berupa pembersihan lingkungan.
“Pemerintah dan TNI tentu memiliki keterbatasan. Karena itu, kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan TMMD ini,” imbuh Dewi.
Ia juga mengingatkan agar seluruh rangkaian kegiatan TMMD dilaksanakan secara optimal, menjaga nama baik instansi, serta mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai kendala di lapangan.
Sementara itu, Pasiter Kodim 0809/Kediri Kapten Inf Arif Nur Wahyudi menjelaskan bahwa TMMD ke-127 Tahun 2026 mengusung konsep pembangunan terpadu lintas sektor. Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga melibatkan berbagai OPD dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Beberapa kegiatan nonfisik yang digelar antara lain safari KB, sosialisasi kesehatan dan pencegahan stunting, pelatihan pertanian organik dan hortikultura, pelatihan tata boga, budidaya ternak kambing, penyuluhan hukum, pengelolaan sampah, hingga edukasi kesiapsiagaan bencana.
Untuk sasaran tambahan, TMMD juga mencakup pembangunan dan rehabilitasi 20 unit MCK, pengecatan bangunan sekolah, penanaman 1.000 bibit tanaman, serta program ketahanan pangan berupa penanaman jagung di lahan seluas satu hektare.
Wakil Bupati Kediri menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri menyambut pelaksanaan TMMD dengan penuh antusias. Menurutnya, program ini sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Gadungan.
“Di Desa Gadungan masih banyak kebutuhan pembangunan, mulai dari jalan penghubung Sumber Bahagia–Gadungan, renovasi musala, perbaikan RTLH, pembangunan MCK, hingga penyediaan air bersih melalui sumur bor,” ujarnya.
TMMD ke-127 dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, terhitung mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026. Sejumlah kegiatan pra-TMMD juga telah dilaksanakan sebelumnya sebagai bagian dari persiapan.
“Harapannya, seluruh kegiatan fisik dan nonfisik TMMD ini benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan desa, serta kualitas hidup warga,” pungkasnya.
Bagikan Berita :








