KEDIRI – Setelah tiga hari menyisir aliran Sungai Brantas, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan jasad Sihman (74), warga Kecamatan Kras. sebelumnya dilaporkan hanyut saat mencoba menyeberang menggunakan tambangan di Desa Bangle, Kecamatan Ngadiluwih.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (11/11) sekitar pukul 09.00 WIB di Sungai Brantas wilayah Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, atau berjarak sekitar 35 kilometer dari titik kejadian awal.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno, mengatakan penemuan ini merupakan hasil kerja keras tim gabungan yang melakukan pencarian intensif sejak laporan pertama diterima pada Minggu pagi.
“Korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah proses penyisiran menyeluruh dilakukan sepanjang aliran Sungai Brantas,” jelas Djoko.
Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Operasi pencarian resmi ditutup setelah seluruh prosedur evakuasi dan debriefing tim selesai pada pukul 09.30 WIB.
Sebelumnya, pada Minggu (9/11) sekitar pukul 10.00 WIB, Sihman dilaporkan hanyut saat hendak menyeberang Sungai Brantas menggunakan tambangan tradisional di Desa Bangle. Naas, perahu tambangan saat itu belum merapat ke sisi timur sungai. Korban yang mengayuh sepeda tuanya kehilangan kendali karena rem belakang sepeda tidak berfungsi, hingga akhirnya terperosok ke arus deras bersama sepedanya.
Peristiwa tragis ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk berhati-hati, khususnya yang masih mengandalkan jalur tambangan untuk aktivitas sehari-hari. Di musim penghujan seperti sekarang, debit air Sungai Brantas meningkat tajam, dan arusnya bisa sangat berbahaya bagi pengguna tambangan maupun warga sekitar bantaran sungai.









