KEDIRI – Jasad Tatak Tutuk Miko Ratung Setiawan akhirnya ditemukan di pintu air Bendungan Waru Turi pada Selasa sore kemarin. Tim SAR Gabungan dipimpin Basarnas Pos Trenggalek melakukan evakuasi sekira pukul 16.45 wib. Namun dibalik musibah ini, cukup menguras air mata bukan hanya keluarga.
Puluhan sahabat dekatnya turut melihat saat jenasahnya diangkat dari Sungai Brantas, kemudian dibawa ke RS. Polda Bhayangkara. Terlihat cukup terpukul atas musibah ini. Mereka pun tidak menyangka jika akan mengakhiri hidupnya dengan cara nekat.
“Miko (korban, red) itu teman yang baik. Kami semua tidak percaya, kenapa dia senekat ini,” ucap beberapa sahabat dekatnya.
Disampaikan Yoni Fariza selaku Koordinator Pencarian dan Pertolongan Basarnas Posko Trenggalek, mayat pertama kali ditemukan oleh penjaga pintu air bendungan.
“Kita laksanakan operasi sampai 16.00. Tidak berapa lama ada info dari penjaga pintu air melihat mayat berada di tumpukan sampah,” jelasnya.
Posisi jenasahnya posisi tertelungkup, dan pertama dikenali adalah pakaian terakhir yang dipakai berwarna biru. Kabar sempat beredar, Miko patah hati karena diputus oleh kekasihnya. Meski demikian, melalui Suwoko selaku bapak kandung almarhum belum bisa memberikan keterangan penyebab kenekatan anaknya.
Jurnalis : Sigit Cahya Setyawan Editor : Nanang Priyo Basuki