KEDIRI — Inter Kediri mengawali perjalanan mereka di Liga 4 Jawa Timur dengan gemilang. Bermain di Lapangan Ngronggo, Kamis sore (11/12), Laskar Panji tampil agresif sejak menit pertama dan menundukkan Madiun Putra dengan skor meyakinkan 2-0. Tekanan tinggi yang mereka terapkan membuat lawan nyaris tak mampu keluar dari area pertahanan sendiri.
Sejak peluit awal, pressing ketat Inter langsung memutus alur permainan Madiun Putra. Duet lini depan Roger Bichario dan sang kapten Qischil Gandrumini terus menguji lini belakang lawan. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-28 ketika umpan terukur Umar Rahmatulloh disambut sepakan keras Qischil yang gagal diantisipasi kiper. Inter unggul 1-0 dan atmosfer stadion pun bergemuruh.
Kepercayaan diri Inter semakin meningkat. Pada menit ke-42, mereka kembali mendapatkan peluang emas setelah Qischil dijatuhkan kiper lawan di kotak terlarang. Roger Bichario yang menjadi eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan, menuntaskan penalti dengan tenang dan membawa Inter menjauh 2-0. Skor bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, intensitas permainan Inter menurun sehingga memberi ruang bagi Madiun Putra untuk mengambil inisiatif. Upaya dilakukan melalui penetrasi Rial Tiorandy di sisi kiri dan tembakan jarak jauh Burhan Choiru, namun belum satu pun mengancam serius gawang Inter. Menjelang laga usai, tensi pertandingan meningkat akibat beberapa insiden kecil di lapangan, namun tidak mengubah hasil akhir.
Pelatih Inter Kediri, Dany Saputra, turut mengapresiasi kerja keras tim meski mengakui adanya penurunan performa di babak kedua.
“Alhamdulillah kami meraih kemenangan perdana. Namun babak kedua anak-anak sempat mengikuti ritme permainan lawan, sehingga beberapa peluang yang harusnya jadi gol malah hilang. Ini jadi bahan evaluasi,” ungkapnya.
Sementara itu, manajer Madiun Putra, Unggul Akbar, melontarkan protes keras terhadap dua keputusan wasit yang dinilai merugikan timnya.
“Ada dua keputusan yang sangat merugikan. Satu gol dianulir dan satu handsball di kotak penalti tidak diberikan. Ini jadi preseden buruk bagi PSSI Jatim. Laganya disiarkan live, semua bisa melihatnya,” tegasnya.
Ia memastikan pihaknya akan melaporkan insiden tersebut.
“Kami sudah menyiapkan dua video bukti untuk dilaporkan. Kami berharap ada evaluasi dan perubahan wasit di Liga 4,” tambahnya.
Dengan kemenangan ini, Inter Kediri mengantongi tiga poin penting di laga pembuka sekaligus menunjukkan ambisi besar untuk bersaing di Liga 4 Jawa Timur musim ini.









