Kegiatan pembersihan sungai (Wildan Wahid Hasyim)

SLG Bersih, Kabupaten Kediri Asri: Ribuan Peserta Turun Tangan Lawan Sampah

Bagikan Berita :

KEDIRI — Sekitar seribu peserta dari berbagai unsur memadati kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat pagi. Mereka bukan datang untuk berwisata, melainkan ambil bagian dalam aksi Korvei Kerja Bakti Bersih Sampah sebagai implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas pemerintah pusat.

Peserta terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-Polri, pelajar SMA/SMK, paguyuban pedagang kaki lima (PKL), hingga komunitas relawan. Aksi gotong royong ini difokuskan di area ruang terbuka hijau (RTH) SLG dan sekitarnya.

Untuk memastikan pembersihan berjalan efektif dan merata, kawasan dibagi menjadi tujuh zona. Setiap zona memiliki koordinator serta melibatkan berbagai instansi dan elemen masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Muhammad Solikin, yang mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal membangun budaya bersih berbasis partisipasi kolektif.

“Hari ini adalah wujud nyata Gerakan Nasional Indonesia ASRI. Kita ingin membangun semangat gotong royong bersama seluruh elemen masyarakat agar sadar bahwa persoalan sampah harus diselesaikan dari hulu, yakni dari produsen sampah itu sendiri,” ujarnya.

Pembersihan Terstruktur dalam Tujuh Zona

Berdasarkan pembagian lapangan, Zona 1 mencakup RTH Simpang Tugu. Zona ini melibatkan sejumlah OPD seperti DLH, Satpol PP, Inspektorat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, hingga Bank Sampah Induk.

Zona 2 berada di lajur panjang sisi jalan depan RTH dengan dukungan instansi seperti DPMPTSP, Sekretariat DPRD, BPBD, dan lainnya.

Zona 3 meliputi area sekitar Bank Daerah dan RSUD SLG, melibatkan Bakesbangpol, DKPP, PDAM, hingga Badan Usaha Milik Daerah.

Zona 4 difokuskan pada area tengah SLG hingga kawasan ruko dengan dukungan TNI, Dinas Kominfo, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Zona 5 mencakup sepanjang Jalan Taman Hijau dan kawasan taman dengan partisipasi Polri, PKK, GOW, Dinas Sosial, dan perbankan daerah.

Zona 6 terbagi menjadi dua bagian. Zona 6A meliputi Jalan Taman PLN/RJM, sedangkan Zona 6B mencakup Jalan Terminal Dishub dengan keterlibatan pelajar, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, serta sejumlah OPD lainnya.

Sementara itu, Zona 7 difokuskan pada pembersihan sungai dan area taman hijau, yang melibatkan BPBD, Dinas PUPR, TNI-Polri, serta komunitas relawan.

Dengan sistem tersebut, pembersihan dilakukan secara serentak mulai dari taman, jalur pedestrian, kawasan pertokoan, hingga bantaran sungai yang kerap menjadi titik penumpukan sampah.

Perubahan Perilaku Jadi Tantangan

Pembersihan sampah di kawasan Taman Hijau SLG (Wildan Wahid Hasyim)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, mengakui bahwa tantangan terbesar bukan lagi soal fasilitas, melainkan kesadaran masyarakat.

“Tempat sampah sebenarnya sudah sangat banyak, bahkan lebih dari cukup. Namun, yang masih kurang adalah kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Hampir setiap hari kami masih menemukan tumpukan sampah di belakang bangku taman,” ungkapnya.

Menurutnya, pendekatan edukatif menjadi strategi utama ke depan. Pemerintah daerah berencana menjadwalkan kegiatan serupa secara rutin melalui surat edaran resmi yang merujuk pada kebijakan pemerintah pusat.

Keterlibatan pelajar juga menjadi warna tersendiri dalam kegiatan ini. Dewi Wulandari, siswi kelas X SMK Negeri 1 Ngasem, mengaku bangga bisa ikut ambil bagian.

“Senang sekali bisa ikut bersih-bersih dan membantu menjaga ikon wisata Kediri agar terlihat baik di mata wisatawan,” katanya.

Menuju Budaya Bersih Kolektif

Melalui pembagian zona yang sistematis dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap Gerakan Indonesia ASRI tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata.

Lebih dari itu, gerakan ini diharapkan menjadi budaya kolektif yang tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri. Sebab pada akhirnya, kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

Dengan semangat gotong royong yang terus digelorakan, SLG diharapkan tidak hanya menjadi ikon wisata, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Kediri.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim
Bagikan Berita :