Lautan manusia memenuhi acara Sinau Bareng Bersama Cak Nun di Kawasan SLG (Kintan Kinari Astuti)

Sinau Bareng Cak Nun, Mas Dhito : Mari Menuju Kelapa di 2024

Bagikan Berita :

KEDIRI – Lautan manusian memenuhi acara dipersembah Pemerintah Kabupaten Kediri dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-77 di Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Senin (15/08). Acara bertajuk Sinau Bareng Cak Nun dan Kiai Kanjeng, mengambil tema ‘Muda, Merdeka, Berbudaya’. Hadir dalam acara ini, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana didampingi Forkompinda Kabupaten Kediri.

Dalam materinya, Emha Ainun Nadjib akrab disapa Cak Nun, menyampaikan bahwa rakyat Indonesia adalah rakyat paling tangguh dari seluruh dunia. Allah telah menciptakan Indonesia dan acara digelar ini sebagai bentuk cara mensyukuri HUT RI. Yang menarik dari pengajian Cak Nun, Konsep acara dibuat dua arah bukan seperti pengajian pada umumnya. Namun juga mendengarkan keinginan umat bukan menceramahi.

Sosok ulama kharismatik ini kemudian melemparkan pertanyaan tentang perumpaman bluluk, cengkir, degan dan klopo. Dimana tujuannya mengajak jamaah berpikir kritis dengan menggunakan akal sehat. Pada kesempatan ini, Cak Nun berharap Mas Dhito sapaan akrab Bupati Kediri, bukan hanya bertindak cepat dan tepat dalam mengambil keputusan.

“Namun juga harus bijaksana dengan mengacu ruang dan waktu dalam mengambil keputusan. Bahwa bupati adalah imam-nya Kediri, harus mampu mengayomi seluruh rakyatnya,” ungkapnya.

Menanggapi perwakilan jamaah terbagi dua kelompok dan harapan dari Cak Nun, Mas Dhito pun sebenarnya memahami bahwa Indonesia saat ini masih degan. Namun orang nomor satu di Kabupaten Kediri ini juga meminta masyarakat sadar untuk bersama-sama berpikir seperti kelapa.

“Mari kita kembali ke diri masing-masing, bahwa pemerintah dalam mengambil keputusan belum tentu menyenangkan semua masyarakat. Saya merasa senang, dalam sinau bareng ini dihadiri jamaah dari mojokerto, dari Palembang dan bukan hanya dari Kediri. Terus terang saya surprise,” ucapnya. Kemudian bertanya, apakah ada dari Kalimantan? dari Sulawesi?.

“Bahwa kita adalah Bangsa Indonesia, mungkin saya masih cengkir atau bluruk, untuk itu mari kita sinau bersama Mbah Nun, menuju menjadi kelapa di 2024,” imbuh Mas Dhito. Acara dimulai pukul 19.00 wib ini, berakhir hingga Selasa dini hari. Kekuatan petugas gabungan dari Polres Kediri, Kodim 0809, Satpol PP, Dinas Perhubungan hingga tim medis diterjunkan demi suksesnya acara ini.

Jurnalis : Kintan Kinari Astuti
Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :