KEDIRI — Suasana bengkel SMK PGRI 1 Kediri, Kamis (8/10), tampak berbeda. Sejumlah sepeda motor milik warga berjajar untuk mendapatkan pemeriksaan dan servis gratis. Di balik aktivitas tersebut, 12 siswa Teknik Sepeda Motor (TSM) justru mendapat kesempatan berharga untuk mempraktikkan keterampilan mereka secara langsung.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program Service 8.100 Sepeda Motor Gratis dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur 2026. Program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Jatim tersebut melibatkan 350 SMK bersama mitra industri di berbagai daerah di Jawa Timur.
Di SMK PGRI 1 Kediri, layanan yang diberikan mencakup servis ringan, pemeriksaan sejumlah komponen kendaraan, pemberian oli gratis, serta pemeriksaan rangka eSAF untuk sepeda motor yang memenuhi kriteria program.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat SMK PGRI 1 Kediri, Dwi Okrin Rianto, mengatakan sekolah semula memperoleh kuota 40 sepeda motor. Namun, tingginya minat masyarakat membuat pihak sekolah tetap memberikan kesempatan kepada warga lain selama kapasitas pelayanan masih memungkinkan.
Kegiatan tersebut turut menggandeng AHASS Pamenang Kediri yang selama ini menjadi mitra sekolah dalam pengembangan kompetensi siswa TSM. Kolaborasi dengan industri itu sekaligus memperkuat layanan melalui pemeriksaan rangka eSAF dan penyediaan oli gratis.
“Alhamdulillah kita tidak hanya memberikan servis gratis, tapi juga memberikan oli gratis dan cek rangka eSAF kepada masyarakat, Bapak-Ibu guru, dan warga yang datang ke sekolah kita hari ini,” ujar Dwi.
Menurut Dwi, kegiatan servis gratis tersebut bukan sekadar agenda sesaat. Bagi SMK PGRI 1 Kediri, layanan kepada masyarakat menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis produk dan jasa yang dikembangkan dalam konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor.
Melalui kegiatan itu, siswa tidak hanya belajar secara teori maupun praktik di lingkungan sekolah. Mereka juga berhadapan langsung dengan kendaraan milik masyarakat dan dituntut menerapkan keterampilan sesuai prosedur kerja.
“Kebetulan ini ikon atau produk dari jasa Teknik Sepeda Motor, yaitu melakukan servis gratis kepada warga,” katanya.
Dalam prosesnya, siswa tidak bekerja sendiri. Guru dan tim ahli dari industri turut memberikan pendampingan untuk memastikan setiap tahapan pemeriksaan dan servis dilakukan dengan benar. Pola tersebut sekaligus memperkenalkan kepada siswa bagaimana standar kerja diterapkan di bengkel profesional.
Pengalaman bekerja bersama industri juga menjadi salah satu bekal bagi siswa sebelum memasuki dunia kerja. Sejumlah alumni TSM SMK PGRI 1 Kediri diketahui telah memperoleh kesempatan bekerja di AHASS maupun bengkel umum setelah menjalani praktik kerja lapangan.
Dwi berharap keterlibatan siswa dalam kegiatan pelayanan masyarakat dapat semakin meningkatkan kepercayaan terhadap kompetensi yang dimiliki sekolah.
“Dengan adanya kegiatan ini adalah salah satu support untuk menambah kepercayaan masyarakat. Mungkin ke depannya mempercayakan putra-putrinya ke SMK kita,” tuturnya.
12 Siswa Pilihan Turun Tangan
Kepala Konsentrasi Keahlian Teknik Sepeda Motor SMK PGRI 1 Kediri, Budi Waluyo, menjelaskan tidak seluruh siswa dilibatkan dalam proses servis. Sekolah memilih 12 siswa berdasarkan kemampuan dan kompetensi mereka untuk menangani kendaraan warga.
“Untuk kegiatan servis sepeda motor gratis ini, kita terjunkan 12 anak. Ini pun anak-anak pilihan, enggak asal kita pilih,” ujar Budi.
Pemilihan siswa dilakukan secara selektif karena kendaraan yang diperiksa merupakan milik masyarakat, guru, hingga tenaga kependidikan. Karena itu, siswa yang mendapat tugas harus memiliki kompetensi yang memadai dan tetap berada di bawah pengawasan guru serta tenaga ahli dari industri.
Pemeriksaan kendaraan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, siswa mengecek sejumlah komponen kelistrikan seperti klakson, lampu sein, lampu jauh dan dekat, serta lampu pengereman.
Khusus sepeda motor matik, pemeriksaan kemudian dilanjutkan pada filter udara dan komponen CVT, termasuk V-belt dan pulley. Kondisi oli mesin, sistem pengereman, hingga tekanan ban juga menjadi bagian dari pemeriksaan.
Setelah seluruh tahapan selesai, kendaraan kembali dihidupkan untuk memastikan kondisi akhirnya sebelum diserahkan kepada pemilik.
“Saat final check kita hidupkan, kita cek kembali motor. Kalau sudah finishing berarti siap diberikan ke konsumen atau pemilik motor tersebut,” jelas Budi.
Dari hasil pemeriksaan, mayoritas kendaraan yang datang berada dalam kondisi normal. Hanya satu sepeda motor yang ditemukan membutuhkan pembersihan karburator.
Ada Pemeriksaan Rangka eSAF
Selain servis ringan, masyarakat juga mendapatkan layanan pemeriksaan rangka eSAF melalui kerja sama dengan AHASS. Budi menjelaskan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari program Astra Honda Motor yang dilakukan melalui jaringan AHASS.
Namun, tidak seluruh kendaraan dapat mengikuti pemeriksaan rangka eSAF. Layanan tersebut hanya ditujukan bagi tipe dan tahun kendaraan tertentu sesuai ketentuan program.
Sementara bagi sepeda motor yang tidak masuk kriteria pemeriksaan eSAF, pemilik tetap dapat memperoleh layanan servis ringan dalam program Service 8.100 Sepeda Motor Gratis.
Tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mendaftar. Sebelumnya, sekolah membuka pendaftaran melalui tautan yang disebarkan kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar.
Kuota awal sebanyak 40 sepeda motor bahkan berpotensi bertambah karena masih terdapat warga yang datang untuk mendapatkan layanan.
Ojek Online Ikut Terbantu
Salah satu peserta, Kamal, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Warga yang tinggal di sekitar SMK PGRI 1 Kediri itu sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online, sehingga sepeda motor menjadi bagian penting dari aktivitas pekerjaannya.
“Saya kan kerjanya ojek online, jadi saya sangat terbantu dengan acara ini untuk servis motor secara gratis,” katanya.
Menurut Kamal, layanan tersebut dapat membantu mengurangi biaya perawatan kendaraan yang setiap hari digunakan untuk mencari penghasilan. Ia juga berkesempatan menyaksikan secara langsung siswa SMK mempraktikkan keterampilan mereka saat menangani kendaraan masyarakat.
Program Service 8.100 Sepeda Motor Gratis di SMK PGRI 1 Kediri akhirnya tidak hanya menjadi layanan perawatan kendaraan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang praktik nyata bagi siswa TSM untuk menguji kompetensi, belajar berinteraksi dengan konsumen, dan memahami standar kerja industri.
Di satu sisi, masyarakat memperoleh layanan perawatan kendaraan tanpa biaya. Di sisi lain, siswa mendapatkan pengalaman menangani kendaraan secara langsung dengan pendampingan guru dan industri—pengalaman yang menjadi bekal penting sebelum mereka memasuki dunia kerja.
jurnalis : Anisa Fadila



