KEDIRI – Suasana di Dusun Besowo Timur, Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, kini mulai kembali normal setelah diguncang angin puting beliung beberapa hari lalu. Rasa lega mulai terasa, meski jejak musibah masih menyisakan cerita pilu.
Kasun Besowo Timur, Itaria Wibowo, menyampaikan bahwa seluruh atap rumah warga yang sempat porak-poranda kini sudah diperbaiki. “Alhamdulillah, kondisi sudah kondusif. Untuk atap rumah yang rusak sudah 100 persen terselesaikan. Bantuan asbes dari BPBD dan sembako dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri juga sudah tersalurkan,” ungkapnya, Kamis (25/9).
Namun, di balik rasa syukur itu, masih ada kebutuhan material yang belum terpenuhi. Kayu reng dan usuk untuk menopang atap menjadi kebutuhan mendesak yang diharapkan bisa diambil dari alokasi dana desa. “Kami sudah melaporkan ke kepala desa. Informasinya sudah disetujui, tinggal menunggu proses lebih lanjut,” jelas Itaria.
Bukan hanya rumah warga, sebuah masjid di dusun setempat juga terdampak. Meski sudah bisa kembali dipakai beribadah, masjid itu masih kekurangan material plafon. Kondisi serupa juga dialami beberapa rumah warga yang belum mendapatkan perbaikan menyeluruh di bagian langit-langit.
Untuk memulihkan semangat warga, pemerintah dusun menyiapkan kegiatan sosial dan keagamaan. Malam ini warga menggelar Yasinan sebagai doa bersama, sementara acara Wilujengan akan dilaksanakan Senin malam mendatang. “Ini juga bagian dari trauma healing, agar warga lebih tenang setelah musibah,” ujar Itaria.
Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan, mengingat lokasi Besowo Timur yang berdekatan dengan kawasan hutan. “Harapan kami, musibah ini cukup sekali saja. Warga harus lebih hati-hati, termasuk tidak sembarangan menebang pohon besar di sekitar pemukiman,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, puting beliung yang melanda Besowo Timur merusak puluhan rumah warga, terutama pada bagian atap. Kerusakan genteng sebagian besar berhasil ditangani melalui gotong royong, dibantu material dari masyarakat sekitar.
Kini, meski luka belum sepenuhnya sembuh, semangat kebersamaan dan kepedulian warga menjadi penopang utama untuk bangkit. Dari reruntuhan atap yang beterbangan, lahirlah tekad bersama: membangun kembali rumah, masjid, dan harapan yang sempat runtuh diterpa badai.









