Ketua Panpel Persik, Tri Widodo (Anisa Fadila)

Penjelasan Ketua Panpel Persik Terkait Penumpukan Suporter Persebaya, Tri Widodo : Bonek Kita Beri Kuota 3 Ribu

Bagikan Berita :

KEDIRI – Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo, memberikan klarifikasi terkait insiden penumpukan suporter. Saat laga tuan rumah Persik Kediri menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya, Senin (05/05).

Menurut Widodo, insiden terjadi akibat kurangnya komunikasi dan koordinasi antar petugas, khususnya yang bertugas di pintu C, yang diperuntukkan bagi suporter tim tamu, Bonek.

“Kurangnya komunikasi antara teman-teman steward, terutama yang menjaga pintu-pintu masuk. Padahal petugas sudah ada, petugas scan juga sudah siap, tapi pintu C belum dibuka. Tidak ada yang berjaga dari pihak Gladiator maupun TNI/Polri, jadi mereka tidak berani membuka,” jelasnya.

Akibat hal tersebut, penonton menumpuk di pintu B dan D. Namun, Widodo menyebut seluruh suporter yang hadir membawa tiket resmi. Ia menambahkan, panpel lebih mengutamakan keselamatan penonton ketimbang hanya berpegang pada aturan secara kaku.

“Yang bawa tiket dan scan, itu masuk semua. Karena saya lebih mengutamakan keselamatan manusia, ya. Kalau mengikuti aturan yang pakem tapi sampai ada korban, ngeri juga,” ujarnya.

Widodo menjelaskan bahwa keterlambatan masuk suporter juga dipengaruhi oleh cuaca. Banyak penonton menunda masuk stadion karena menunggu hujan reda.

“Karena musim hujan, mereka tidak mau masuk dulu, nunggu hujan reda. Kalau tidak hujan, saya yakin mereka masuk dari awal. Itu sudah biasa, penonton tuh masuknya menjelang kick-off,” tambahnya.

Ia pun membantah adanya aksi jebol pagar seperti yang ramai diberitakan. Menurutnya, seluruh suporter yang masuk sudah memiliki tiket, termasuk Bonek yang telah menghabiskan kuota 3.000 tiket dari panpel.

“Tidak ada yang jebol sebenarnya. Memang sudah dipersilakan masuk, karena semua bawa tiket. Kalau kita menahan mereka, pasti akan lain kejadiannya. Bonek itu tiketnya dari kami, kuota 3.000 habis,” pungkasnya.

Jurnalis: Anisa Fadila
Bagikan Berita :