foto : Anisa Fadila

Menjaga Denyut Rakyat di Tengah Digitalisasi, Perumda Pasar Joyoboyo Terus Benahi Pasar Tradisional

Bagikan Berita :

KEDIRI – Pasar tradisional di Kota Kediri tengah menapaki babak baru. Ia tak lagi sekadar ruang transaksi antara penjual dan pembeli, melainkan menjelma sebagai simpul kehidupan ekonomi sekaligus ruang perjumpaan sosial warga. Arah transformasi ini mengemuka dalam kegiatan Refleksi Kinerja Perumda Pasar Joyoboyo yang digelar di Pasar Setono Betek, Sabtu (27/12).

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa pasar memiliki peran strategis dalam denyut kehidupan masyarakat. Di sanalah roda ekonomi kerakyatan berputar, sekaligus terjalin interaksi sosial yang membentuk karakter kota.

“Pasar bukan hanya tempat jual beli, tetapi denyut kehidupan sosial masyarakat sekaligus penggerak ekonomi rakyat,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali.

Menurutnya, kinerja Perumda Pasar Joyoboyo patut diapresiasi. Raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus meningkat dari tahun ke tahun menjadi cerminan tata kelola perusahaan yang semakin profesional dan akuntabel.

Namun demikian, Mbak Wali mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran berpuas diri. Tantangan ke depan kian kompleks, terutama dengan berubahnya pola belanja masyarakat ke platform daring. Pasar dituntut terus berinovasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memanfaatkan teknologi digital agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Sejalan dengan itu, Dewan Pengawas Perumda Pasar Joyoboyo Edi Darmasto mengungkapkan bahwa kinerja perusahaan dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren positif. Peningkatan pendapatan usaha, laba bersih, hingga kontribusi PAD menjadi indikator pengelolaan perusahaan yang semakin terarah dan berkelanjutan.

Meski mencatat hasil menggembirakan, Edi menekankan pentingnya pembenahan yang dilakukan secara konsisten. Efisiensi operasional, optimalisasi pemanfaatan kios dan los, percepatan digitalisasi layanan, serta penguatan kapasitas dan integritas sumber daya manusia menjadi fokus utama ke depan.

“Kami meyakini, jika rekomendasi perbaikan dijalankan secara konsisten, percepatan pencapaian visi Perumda Pasar Joyoboyo sebagai pasar yang maju, jaya, dan sejahtera dapat terwujud,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi menyampaikan bahwa refleksi kinerja menjadi momentum evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program sepanjang 2025. Evaluasi ini menjadi pijakan penting dalam menyusun langkah perbaikan pada 2026, khususnya dalam peningkatan layanan, penguatan sumber daya manusia, dan percepatan digitalisasi pasar.

Ke depan, pembenahan pasar akan terus dilakukan dengan mengakomodasi kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Fokus diarahkan pada penciptaan pasar yang aman, nyaman, dan menarik, sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern. Setiap pasar juga didorong memiliki ciri khas tersendiri, membentuk persepsi baru bahwa pasar bukan lagi ruang kumuh, melainkan tempat belanja yang hidup dan ramah sebagai ruang rekreasi.

“Pasar hari ini bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga ruang interaksi sosial. Anak muda bisa beraktivitas, masyarakat tetap memenuhi kebutuhan harian. Pasar menjadi jantung ekonomi sekaligus ruang publik yang nyaman,” jelas Djauhari.

Dengan pembenahan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, penguatan fungsi ekonomi dan sosial, serta adaptasi terhadap inovasi dan teknologi, pasar tradisional di Kota Kediri diharapkan tetap relevan sebagai pusat aktivitas masyarakat dan penggerak ekonomi kerakyatan.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :