KEDIRI — Penanganan stunting dan persoalan sampah menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 2026 yang digelar oleh Universitas Nusantara PGRI Kediri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerjunan sebanyak 1.811 mahasiswa ke 46 kelurahan di wilayah Kota Kediri.
Pelepasan peserta KKN secara resmi dilaksanakan di halaman Balai Kota Kediri, Rabu (21/1). Kegiatan yang mengusung tema “Nusantara Berdampak” ini tidak hanya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), tetapi juga selaras dengan arah pembangunan Kota Kediri yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan, kehadiran mahasiswa KKN di tengah masyarakat diharapkan mampu menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan. Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, mahasiswa dinilai memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dan menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Selain menjalankan program kerja, para peserta KKN juga diingatkan untuk senantiasa menjaga etika, kedisiplinan, serta tanggung jawab selama berada di lokasi pengabdian. Hal ini penting mengingat mahasiswa membawa nama baik almamater, keluarga, serta daerah asal, terlebih peserta KKN UNP Kediri berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sejalan dengan hal tersebut, Rektor UNP Kediri Zainal Afandi menegaskan bahwa KKN Tematik merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Program ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami dinamika kehidupan sosial secara langsung.
“Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Kota Kediri yang mapan, maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni,” tuturnya.
Agar manfaat KKN benar-benar dirasakan masyarakat, UNP Kediri menyusun program kerja berbasis potensi dan kebutuhan masing-masing kelurahan. Meski demikian, seluruh kelompok KKN tetap diarahkan untuk menjalankan dua program prioritas yang sejalan dengan fokus Pemerintah Kota Kediri.
“Kami menekankan dua program utama yang wajib dilaksanakan seluruh kelompok KKN, yakni membantu penurunan angka stunting dan turut mengatasi permasalahan sampah yang saat ini menjadi tantangan bersama,” jelasnya.
Sebanyak 1.811 mahasiswa tersebut akan melaksanakan KKN selama kurang lebih satu bulan, terhitung mulai 21 Januari hingga 14 Februari 2026. Mereka berasal dari 21 program studi lintas empat fakultas, yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, serta Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains. Seluruh peserta merupakan mahasiswa semester tujuh dan delapan.
Bagikan Berita :








