foto : Sigit Cahya Setyawan

LSM Saroja Desak Kepolisian Ungkap Dugaan Asusila Anak: “Jangan Ada Lagi Luka yang Disembunyikan”

Bagikan Berita :

KEDIRI — Suasana haru dan kegelisahan menyelimuti langkah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Saroja saat mereka mendatangi Polres Kediri Kota pada Selasa (04/12). Kedatangan itu bukan tanpa alasan—mereka menuntut kejelasan penanganan dugaan kasus asusila terhadap dua anak di bawah umur. Kasus yang disebut telah dilaporkan lebih dari dua minggu, namun hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti.

Supriyo, Dewan Penasihat LSM Saroja, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima aduan dari dua ibu, warga Kecamatan Pesantren, yang datang dengan hati terguncang. Mereka membawa kabar memilukan tentang dugaan tindak asusila yang menimpa anak-anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Bukti awal berupa percakapan pesan singkat sudah menunjukkan tanda-tanda tindakan cabul, sementara pengakuan orang tua korban menyiratkan kejadian yang jauh lebih berat.

“Dari bukti chat saja sudah masuk tindakan cabul. Tapi dari pengakuan orang tua, persetubuhan sudah terjadi,” ujar Supriyo, suaranya menahan getir.

Laporan polisi disebut telah dibuat sejak sekitar 18 November. Namun lebih memilukan lagi, salah satu korban diduga mengalami kejadian itu berulang selama lebih dari dua tahun sebelum keberanian itu akhirnya terkumpul untuk melapor.

Saroja menegaskan akan terus berdiri bersama keluarga korban. Mereka menganggap proses hukum harus berjalan terang benderang, tanpa celah untuk mengaburkan keadilan. Supriyo mengungkapkan bahwa kronologi dan bukti-bukti yang dihimpun sangat menyayat hati—termasuk kenyataan bahwa salah satu peristiwa diduga terjadi di sebuah rumah ibadah, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman.

Hingga kini, belum ada pendampingan psikologis maupun trauma healing bagi para korban. Lebih menyakitkan lagi, anak-anak itu masih harus melihat wajah terduga pelaku setiap hari. Tetangga yang rumahnya tepat berhadapan dengan rumah korban itu, menurut Supriyo, tetap bebas beraktivitas seolah tak ada badai yang sedang menerpa.

“Setiap hari korban melihat pelaku berkeliaran seperti tak terjadi apa-apa. Itu membuat mereka ketakutan,” tegasnya.

Ia bahkan menduga pelaku memiliki kelainan tertentu karena sikapnya yang tetap tenang meski isu ini sudah menyebar di lingkungan sekitar.

LSM Saroja mendesak Polres Kediri Kota untuk mengambil langkah-langkah tegas, memastikan perlindungan bagi korban, dan menutup celah kemungkinan tekanan maupun ancaman.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Cipto Dwi Leksana, saat dikonfirmasi menuturkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.

“Saat ini kami menunggu hasil visum dari dokter pemeriksa RS Bhayangkara Kediri,” ujarnya singkat.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :