KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri menunjukkan kesiapannya menjadi tuan rumah perhelatan prestisius Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) IV ke-13 Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI). Beragam persiapan dilakukan secara intensif demi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan memberi kesan mendalam bagi para peserta.
Salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan adalah ‘Ladies Program’, yang dikoordinasikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, Moh Ridwan. Pada Selasa (15/7), Ridwan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang akan menjadi tujuan kunjungan bagi para Ketua TP PKK dari 13 kota anggota APEKSI Wilayah IV.
Adapun lokasi yang dikunjungi meliputi Bandara Dhoho, Pabrik Rokok Gudang Garam, Sentra Tenun Ikat Bandar Kidul, dan Tempat Pengolahan Tahu Takwa POO.
“Persiapan sudah kami mulai jauh-jauh hari. Namun, karena dinamika di lapangan terus berkembang, kami juga terus melakukan penyesuaian dan penyempurnaan agar nantinya acara berjalan sempurna,” jelas Ridwan.
Ridwan menegaskan, ajang APEKSI merupakan kesempatan emas bagi Kota Kediri untuk mempromosikan kekayaan budaya, produk unggulan, serta potensi ekonomi lokal. Salah satu yang menjadi fokus adalah tenun ikat khas Kediri yang terkenal dengan proses pembuatan yang detail dan hasil berkualitas tinggi.
“Melalui acara ini, kami ingin memperkenalkan keunikan dan keindahan tenun ikat kepada para tamu. Para pengrajin lokal akan ambil bagian dalam pameran yang menampilkan berbagai produk seperti pakaian, tas, sepatu, hingga ikat kepala,” tambahnya.
Tak hanya itu, para peserta juga akan diajak menyaksikan langsung proses pembuatan tahu takwa kuning khas Kediri di sentra produksi POO. Metode tradisional yang masih digunakan menambah daya tarik tersendiri, sekaligus menjadi bentuk pelestarian budaya lokal.
“Tahu kuning dari Kediri punya banyak variasi dan kualitas rasa yang khas. Kami ingin menjadikannya salah satu oleh-oleh wajib yang dibawa para tamu dari luar kota,” ujarnya.
Ridwan berharap, penyelenggaraan Muskomwil APEKSI ini akan memperkuat sinergi antar daerah, serta meningkatkan eksposur produk-produk lokal yang pada akhirnya berdampak positif bagi perekonomian masyarakat Kota Kediri.
“Kami optimis acara ini sukses dan membawa manfaat besar, baik untuk Kota Kediri maupun kota-kota lain yang tergabung dalam APEKSI,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Muskomwil IV APEKSI ke-13 akan digelar pada 16–18 Juli 2025, dengan kehadiran 13 wali kota dari berbagai daerah termasuk Madiun, Blitar, Mojokerto, Batu, Malang, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Denpasar, Mataram, Bima, dan Kupang.
Acara akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik seperti Kediri City Expo, City Tour, Ladies Program, dan APEKSI Nite Carnival, yang siap memperkuat kebersamaan antar kota dan mempromosikan potensi terbaik dari tuan rumah, Kota Kediri. (*)
Bagikan Berita :








