KEDIRI – Aparat dari Polsek Ngadiluwih mengamankan puluhan pemuda yang melakukan konvoi Sahur On The Road (SOTR) dengan membawa perangkat sound system berdaya tinggi pada Minggu (22/2) dini hari. Penindakan dilakukan setelah polisi menerima aduan masyarakat yang merasa terganggu akibat kebisingan suara yang ditimbulkan.
Kapolsek Ngadiluwih, AKP Budi Winariyanto, menjelaskan bahwa laporan masuk menjelang waktu sahur. Warga mengeluhkan suara musik yang diputar dengan volume tinggi sehingga mengganggu waktu istirahat mereka.
“Warga merasa resah karena suara sound system terlalu keras pada dini hari,” ujar AKP Budi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur konvoi. Polisi pertama kali mendapati rombongan pemuda tersebut di ruas jalan menuju Jembatan JWK.
Saat hendak dihentikan, rombongan itu justru berusaha melarikan diri ke arah selatan. Aksi kejar-kejaran pun sempat terjadi sebelum akhirnya petugas berhasil mengamankan mereka di wilayah Seketi.
“Awalnya kami temukan di jalan arah Jembatan JWK. Mereka kemudian melarikan diri ke selatan, dan akhirnya berhasil kami amankan di wilayah Seketi,” jelasnya.
Selain puluhan pemuda, polisi turut mengamankan satu set perangkat sound system yang dipasang di atas kendaraan roda tiga. Seluruhnya kemudian dibawa ke Mapolsek Ngadiluwih untuk dilakukan pendataan dan pembinaan lebih lanjut.
Pada pagi harinya, pihak kepolisian memanggil perangkat desa serta orang tua masing-masing pemuda yang terlibat. Mereka diminta datang untuk menjemput sekaligus menyaksikan proses pembinaan. Para pemuda tersebut juga diwajibkan membuat dan menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami panggil perangkat desa dan orang tua mereka untuk pembinaan. Mereka juga membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi,” tegas Kapolsek.
AKP Budi menegaskan, pihaknya tidak melarang masyarakat membangunkan sahur, namun kegiatan tersebut harus dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum. Penggunaan sound system berlebihan, apalagi pada dini hari, dinilai berpotensi menimbulkan keresahan.
Ia pun mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah serta memperkuat sikap saling menghormati.
“Mari kita jaga ketenangan dan kekhusyukan Ramadan dengan saling menghargai satu sama lain,” pungkasnya.









