KPU dan Bawaslu Kabupaten Kediri saat menggelar jumpa pers (Faustav Imaniarta Wijaya)

Kebersamaan KPU dan Bawaslu Dibuktikan Pilkada Serentak di Kabupaten Kediri Berjalan Lancar

KEDIRI – Sinergitas KPU dan Bawaslu Kabupaten Kediri dibuktikan selama pelaksanaan Pilkada Serentak di Kabupaten Kediri, berjalan lancar dan tanpa ada kendala berarti. Hal ini disampaikan saat lembaga penyelenggara dan lembaga pengawasan Pemilu ini, menggelar konferensi pers bertempat di Kantor KPU Kabupaten Kediri, Rabu (27/11) malam.

Disampaikan Nanang Qosim selaku Ketua KPU Kabupaten Kediri, bahwa pelaksanaan Pilkada serentak 2024 merupakan keberhasilan bersama tanpa mengabaikan kendala teknis di lapangan namun dapat segera teratasi.

Ia juga mengapresiasi kreativitas sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menghadirkan tema seni dan budaya, seperti TPS di Desa Jambu, Kecamatan Kayen Kidul, yang mengangkat konsep kuda lumping, dan TPS di Ngasem yang menyediakan kopi gratis untuk pemilih.

“Inovasi ini membuat pemilih merasa lebih nyaman dan antusias dalam menggunakan hak suaranya, bahkan, ada tokoh yang menyebutkan bahwa Pilkada kali ini adalah Pilkada paling nyaman. ” ujar Nanang.

Nanang menekankan pentingnya menghormati hasil Pilkada yang akan diumumkan secara resmi setelah rekapitulasi manual selesai. Berdasarkan jadwal, rekapitulasi tingkat kecamatan akan berlangsung pada 28-30 November, dan tingkat kabupaten pada 2-3 Desember.

“Kami minta semua pihak bersabar dan mengikuti mekanisme yang ada. Hasil resmi hanya bisa ditentukan melalui rekapitulasi manual sesuai PKPU Nomor 17 Tahun 2024,” tegasnya.

Nanang juga mengungkapkan kesiapan KPU memberikan santunan bagi petugas Pilkada yang mengalami kecelakaan atau sakit selama bertugas.

“Jika ada kejadian seperti ini, santunan hingga 35 juta rupiah telah dianggarkan untuk petugas yang meninggal dunia,” ujarnya.

Meski berjalan lancar, namun Bawaslu juga mencatat adanya kekurangan dan kelebihan logistik di beberapa TPS. Ketua Bawaslu, Saifuddin Zuhri, menyebutkan kekurangan surat suara sempat terjadi di sejumlah lokasi, tetapi berhasil diatasi dengan mendistribusikan logistik dari TPS terdekat.

“Kami harap ke depan, tata kelola logistik bisa diperbaiki agar ketidaksesuaian semacam ini tidak terulang,” jelasnya.

Nanang mengakhiri konferensi pers dengan mengajak semua pihak untuk menjaga situasi tetap aman dan damai. “Yang menang jangan jumawa, yang kalah jangan berkecil hati. Mari kita bersama-sama menjaga persatuan di Kabupaten Kediri,” tutupnya.

jurnalis : Faustav Imaniarta Wijaya
editor : Nanang Priyo Basuki