KEDIRI – Aroma dapur masih terasa hangat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, Minggu (29/9). Di sanalah jajaran Polres Kediri Kota bersama tim medis RS Bhayangkara Kediri menapakkan langkah, memastikan setiap suapan makanan yang akan sampai di tangan anak-anak sekolah benar-benar aman dan layak santap.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim, menyampaikan bahwa pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyimpanan bahan mentah, proses memasak, hingga pengemasan makanan.
“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Tim dari RS Bhayangkara juga sudah melakukan uji kelayakan makanan dan hasilnya baik,” ujarnya.
SPPG Tamanan, yang dipimpin Nur Azizah, setiap hari menjadi jantung distribusi makanan bergizi untuk ribuan penerima manfaat. Dengan wilayah jangkauan enam kilometer, layanan ini mengirimkan ransum sehat ke sekolah-sekolah seperti MTsN 1 Kota Kediri, SDN Tamanan, hingga TK Darma Wanita.
“Total ada 3.922 penerima. Masak dimulai sejak pukul 11 malam, selesai pengepakan jam 9 pagi, lalu distribusi dilakukan bertahap sejak pukul setengah tujuh hingga siang,” terang Azizah.
Langkah ini juga merupakan respons atas kasus keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat mencuat di sejumlah daerah. Polres Kediri Kota menegaskan komitmennya menjaga program nasional ini agar tetap berjalan aman dan memberi manfaat.
“Selama ini memang belum ada laporan keracunan. Tapi kita tidak menunggu kejadian. Pencegahan lebih penting. Saat ini ada 14 SPPG yang aktif di Kediri Kota, dan semuanya akan kami awasi secara berkala,” tambah AKBP Anggi.
Sementara itu, Kepala Laboratorium RS Bhayangkara Kediri, Neti Susiana, memastikan uji kimiawi dan organoleptik telah dilakukan untuk mendeteksi adanya zat berbahaya.
“Kami periksa kandungan seperti sianida, arsen, nitrit, dan formalin. Hasilnya semua negatif,” ungkapnya.
Meski begitu, Neti mengingatkan bahwa pengelolaan makanan tetap harus memperhatikan higienitas.
“Jika masakan panas langsung ditutup rapat terlalu lama, risiko basi karena bakteri bisa muncul. Untungnya, di sini alur pengiriman cepat. Begitu selesai masak langsung distribusi, dan sebelum jam 9 makanan sudah siap disantap. Itu yang membuatnya aman,” jelasnya.
Langkah sinergis ini menjadi penegasan: bahwa sepiring makanan bergizi yang sampai ke meja anak-anak sekolah bukan hanya soal rasa kenyang, melainkan juga jaminan kesehatan dan masa depan yang lebih cerah.









