Jalan Terjal Menuju Liga Nasional: Inter dan Persedikab Kalah di Laga Perdana

Bagikan Berita :

KEDIRI – Perjalanan wakil Kediri di babak 16 besar Liga 4 Jawa Timur diawali dengan langkah tertatih. Dua tim kebanggaan Bumi Panjalu, Inter Kediri dan Persedikab Kabupaten Kediri, serempak menelan pil pahit pada laga pembuka fase grup, Senin (20/01).

Inter Kediri harus mengakui ketangguhan Persinga Ngawi dengan skor tipis 0-1 dalam duel yang berlangsung di Stadion Anjuk Ladang, Nganjuk. Sejak peluit awal dibunyikan, tekanan langsung mengalir deras ke jantung pertahanan Inter. Persinga tampil dominan, memegang kendali permainan, serta berulang kali mengancam lewat sektor sayap.

Gol penentu kemenangan Persinga lahir cepat, tepat pada menit ke-16. Zulkhari memaksimalkan situasi bola mati dengan sontekan jarak dekat yang tak mampu diantisipasi kiper Inter. Skema tendangan bebas itu menjadi luka awal yang sulit disembuhkan.

Tertinggal satu gol, Inter berupaya bangkit. Serangan balik mengandalkan kecepatan Roger Bichario dan Umar Rohmatulloh, namun tembok pertahanan Persinga masih terlalu rapat untuk ditembus. Hingga jeda turun minum, skor 1-0 tetap mengunci papan penanda.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan cenderung menurun. Persinga memilih bermain disiplin menjaga keunggulan, sementara Inter masih kesulitan menemukan celah berarti. Peluang bersih nyaris tak tercipta, dan hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah. Inter pun harus mengawali fase krusial ini dengan kekalahan.

Nasib lebih getir menimpa Persedikab Kabupaten Kediri. Berlaga di Stadion Brantas, Malang, mereka dipaksa menyerah telak 0-3 dari tuan rumah Persekam Kabupaten Malang.

Pada paruh pertama, Persedikab tampak kesulitan mengimbangi permainan rapi Persekam yang menguasai ritme dan distribusi bola. Meski tertekan, barisan pertahanan Persedikab masih cukup kokoh sehingga babak pertama berakhir tanpa gol.

Namun, ketahanan itu runtuh tak lama setelah babak kedua dimulai. Menit ke-48, Ilham Wibisono membuka keunggulan Persekam setelah memanfaatkan celah di lini belakang Persedikab. Gol tersebut menjadi pemantik kepercayaan diri tuan rumah.

Sebelas menit berselang, Dikcy Budi menggandakan keunggulan lewat skema umpan satu-dua sentuhan cepat dari lini tengah. Petaka Persedikab kian lengkap menjelang laga usai. Menit ke-89, Korneles Howay melesakkan gol ketiga melalui akselerasi tajam yang gagal dibendung barisan pertahanan.

Skor 3-0 pun menutup pertandingan, sekaligus menempatkan Persedikab pada posisi sulit di klasemen grup.

Hasil ini menjadi peringatan keras bagi wakil Kediri. Jalan menuju babak 8 besar, bahkan tiket ke Liga 4 Nasional, kini menuntut kerja lebih berat, disiplin lebih rapat, dan semangat lebih menyala. Harapan belum padam, namun waktu untuk bangkit semakin sempit.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :