Inilah Hasil Audensi Gabungan Massa dengan Kapolres Kediri Kota

Bagikan Berita :

KEDIRI – Menyikapi maraknya pungutan liar di lingkungan Kantor Bersama Samsat Kota Kediri, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramstyo Priaji memberikan penjelasan, Kamis (27/06). Usai menerima perwakilan massa di ruang kerjanya terkait maraknya sejumlah orang mengatasnamakan lembaga ataupun organisasi massa.

“Hari ini kita menerima silaturahmi teman teman SAPMA Pemuda Pancasila Kota dan Kabupaten Kediri. Dalam rangka untuk sinergi seperti silaturahmi yang sudah-sudah dengan Polres Kediri Kota. Untuk lebih mensolidkan untuk kebaikan di Kota Kediri,” terangnya usai pertemuan.

Beberapa hal menjadi catatan disampaikan orang nomor satu di Polres Kediri Kota. Bisa terus saling melengkapi dengan memberikan saran supaya lebih baik.

“Baik pelayanan yang ada di masyarakat terkait tugas Kepolisian, juga terkait dengan kegiatan lain. Masyarakat bisa saling memberikan masukan dan saling melengkapi satu sama lain,” jelas AKBP Bram.

Dia pun menegaskan, bahwa pelayanan di Samsat selama ini tidak ada masalah. “Terkait komplain, kita akan tetap perbaiki. Intinya semua kekurangan akan kita perbaiki agar lebih baik,” jelasnya.

Bagus Romadon selaku koordinator lapangan yang juga Ketua PC SAPMA menjelaskan. “Hari ini adalah aksi gabungan SAPMA PP Kota dan Kabupaten Kediri, LSM Swahira dan Saroja terkait pembersihan parkir liar di luar sekolah SMP dan SMA Kota Kediri. Dishub agar menambahkan armada dan memaksimalkan bis,” ucapnya.

Kemudian, terang Bagus Romadon melalui Andik Arafik selaku Sekretaris Dinas Perhubungan telah ada kesepakatan bersama untuk menertibkan parkir liar.

“Terkait tuntutan di Samsat, bersihkan oknum – oknum yang tidak berkepentingan disitu. Bilamana ada teman LSM dan wartawan yang meminta pelayanan, nanti ditunjuk khusus anggota Polri,” jelasnya.

Bagus mengutip pernyataan Kapolres, akan menertibkan oknum tidak jelas statusnya selam aini berada di lingkungan Samsat.

“Pesan Pak Kapolres, bila sudah difasilitasi namun tetap bergejolak dan tidak mampu bekerjasama dengan baik, maka akan kita sikat. Begitu juga bila ada mengaku keluarga besar Pemuda Pancasila namun tidak mampu menunjukkan kartu anggota,” tegas Bagus

Belum selesai dari aksi ini, gabungan massa berencana akan mengajukan audensi dengan Pj Wali Kota Kediri dan pimpinan DPRD Kota Kediri serta ke Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri. “Hingga Bulan Juli kami fokus menanggani keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama,” terangnya.

Jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :