Direktur Persik Kediri Blak-blakan soal Stadion Brawijaya, Macan Putih Siapkan Kandang Baru Stadion Gelora Daha Jayati

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Manajemen Persik Kediri mulai membuka peluang perubahan besar terkait markas tim berjuluk Macan Putih. Stadion Gelora Daha Jayati di Tarokan, Kabupaten Kediri, diproyeksikan menjadi kandang baru Persik apabila pembangunannya rampung dan stadion tersebut dinyatakan layak digunakan untuk pertandingan resmi.

Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama Persik Kediri, Souraiya Farina, dalam acara silaturahmi sekaligus ungkapan terima kasih manajemen kepada awak media. Dalam kesempatan itu, manajemen juga memperkenalkan sejumlah wajah baru di jajaran pengurus, termasuk Razzi Taruna yang dipercaya menjabat Direktur Olahraga.

Farina menegaskan, Persik tidak hanya ingin bersaing di papan atas kompetisi, tetapi juga mengembangkan klub agar memberikan dampak lebih luas bagi Kediri. Menurutnya, pengembangan tim perlu dilakukan tidak sebatas mengejar hasil pertandingan, melainkan juga melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk ikut mempromosikan daerah.

Stadion Brawijaya Jadi Perhatian

Di balik ambisi membawa Persik bersaing di level tertinggi, persoalan infrastruktur menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Farina secara terbuka menyoroti kondisi Stadion Brawijaya yang dinilainya belum memadai untuk menggelar pertandingan resmi dengan standar yang diharapkan.

Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kondisi rumput lapangan, penerangan, fasilitas ruang ganti pemain, hingga sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Meski demikian, manajemen tetap berupaya mempertahankan Kediri sebagai basis kandang Persik. Karena itu, keberadaan Stadion Gelora Daha Jayati menjadi salah satu opsi yang tengah dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan klub ke depan.

“Jika Stadion Gelora Daha telah jadi dan dinyatakan resmi bisa dipergunakan, kami bakal berpindah ke sana,” ujar Farina.

Ia menjelaskan, manajemen Persik juga tengah menyiapkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kediri terkait kemungkinan pemanfaatan stadion tersebut sebagai markas tim.

Arthur dan Mas Dhito Bahas Kandang Persik

Rencana itu turut mengemuka dalam pertemuan Direktur Bisnis Persik Kediri, Arthur Daniel Irawan, dengan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, di Jakarta.

Mas Dhito membenarkan adanya pembicaraan mengenai masa depan kandang Persik Kediri. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi antara pihak klub dan pemerintah daerah terkait rencana yang sebelumnya juga pernah dibahas.

“Iya, saat ini saya tengah bersama Mas Arthur membicarakan terkait home based Persik,” kata Mas Dhito saat dikonfirmasi pada Jumat siang.

Meski demikian, penggunaan Stadion Gelora Daha Jayati sebagai kandang Persik masih bergantung pada penyelesaian pembangunan serta kepastian bahwa stadion tersebut telah memenuhi persyaratan untuk menggelar pertandingan resmi.

Kediri Berpeluang Miliki Dua Stadion Berkualitas

Bagi Farina, pembangunan Stadion Gelora Daha Jayati tidak harus dipandang sebagai pengganti Stadion Brawijaya semata. Ia justru berharap Kediri kelak memiliki dua stadion berkualitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan sepak bola.

Menurutnya, Stadion Gelora Daha Jayati dapat menjadi alternatif kandang Persik, sementara Stadion Brawijaya perlu mendapat perhatian melalui renovasi agar fasilitasnya semakin memadai.

Jika kedua stadion tersebut dapat berfungsi optimal, Kediri berpeluang memiliki infrastruktur yang lebih kuat untuk mendukung penyelenggaraan pertandingan sepak bola berskala besar, termasuk pertandingan internasional sesuai persyaratan yang berlaku.

“Jika mengacu regulasi terbaru, tentunya memakai Stadion Gelora Daha dan Stadion Brawijaya sudah saatnya direnovasi. Bila kemudian kedua stadion tersebut jadi, maka Kediri bisa jadi tempat pertandingan skala internasional, seperti halnya kota besar Jakarta dan Surabaya,” imbuh Farina.

Dengan demikian, masa depan kandang Persik Kediri kini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan tim untuk menjalani kompetisi, tetapi juga menyangkut kesiapan infrastruktur olahraga dan potensi pengembangan sepak bola di Kabupaten Kediri. Realisasi rencana tersebut akan bergantung pada penyelesaian stadion, kelayakan fasilitas, serta kesepakatan antara manajemen klub dan pemerintah daerah.