Belum Punya Jurusan Kuliner, SMK Kertanegara Kediri Gelar Masak Besar 2.500 Porsi

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – SMK Kertanegara Kediri menggelar aksi masak besar dengan menyiapkan 2.500 porsi makanan dalam kegiatan Satu Sekolah Sejuta Cerita, Rabu (15/10). Menariknya, sekolah yang memiliki 2.334 siswa tersebut belum mempunyai jurusan kuliner, meski minat peserta didiknya terhadap keterampilan tata boga terbilang tinggi.

Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan Indonesia Chef Association (ICA) Kediri Raya dan PT BLK Kediri. Selain menjadi ajang berbagi makanan, acara tersebut juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenal dunia kuliner secara langsung dari para profesional.

Sebanyak delapan chef profesional diterjunkan untuk menyiapkan tiga menu, yakni nasi goreng Hongkong, ayam saus barbeque, dan ayam smoke. Untuk memenuhi target 2.500 porsi, panitia mengolah sekitar dua kuintal nasi dan dua kuintal ayam.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno, mengapresiasi inisiatif SMK Kertanegara yang memberikan ruang bagi siswa untuk mempelajari keterampilan di luar kompetensi utama mereka.

Menurut Adi, kemampuan memasak merupakan keterampilan dasar yang penting bagi siapa pun, termasuk siswa sekolah kejuruan yang menekuni bidang teknik.

“Tidak ada jurusan kuliner, tetapi ada pelajaran tambahan kuliner. Pintar mengelas dan menservis mobil, kalau tidak makan juga tidak bisa bekerja,” ujarnya.

Adi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara seremonial. Menurutnya, program Satu Sekolah Sejuta Cerita berpotensi dikembangkan secara rutin dengan variasi menu dan keterlibatan chef profesional yang lebih luas.

Ia bahkan mengusulkan agar kegiatan berikutnya menghadirkan menu berbeda, seperti kambing guling, sehingga siswa memperoleh pengalaman kuliner yang semakin beragam.

“Kalau ada kegiatan berikutnya, menunya bisa ditambah lagi, misalnya kambing guling. Saya berharap kegiatan ini berkesinambungan dan kualitasnya semakin baik,” katanya.

Adi mengungkapkan, selama tiga tahun menjabat, kegiatan masak besar dengan skala seperti ini baru pertama kali dijumpainya. Karena itu, ia berharap sinergi antara lembaga pendidikan dan dunia profesional dapat terus diperkuat.

Minat Tata Boga Tinggi, Sekolah Pertimbangkan Buka Jurusan Kuliner

Kepala SMK Kertanegara Wates, Pujiono, mengatakan kolaborasi dengan ICA Kediri Raya dan PT BLK Kediri menjadi kesempatan berharga bagi sekolah untuk memperluas pengalaman belajar siswa.

Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan pembelajaran tata boga, terutama karena ketertarikan siswa terhadap bidang kuliner cukup besar.

Pujiono menyebutkan, lebih dari 170 siswa telah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tata boga. Jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan sekolah untuk mengevaluasi peluang pengembangan program kuliner secara lebih serius.

“Ke depan akan kami evaluasi, dan insyaallah kami juga berencana membuka jurusan tata boga,” jelasnya.

Rencana tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan keterampilan bagi siswa. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya menguasai kompetensi sesuai jurusan masing-masing, tetapi juga berkesempatan mengembangkan kemampuan tambahan yang relevan dengan kebutuhan kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Meski demikian, rencana pembukaan jurusan tata boga masih akan melalui tahap evaluasi oleh pihak sekolah.

Libatkan Chef Profesional, Kenalkan Siswa pada Dunia Kuliner

Ketua ICA Kediri Raya, Agus Pinarko, menjelaskan bahwa kegiatan masak besar tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang menyasar sektor pendidikan. Kegiatan itu juga digelar dalam rangka memperingati Hari Pelajar.

Melalui program tersebut, pihaknya ingin berkontribusi terhadap pengembangan wawasan dan keterampilan peserta didik, khususnya dalam bidang kuliner.

“Kami ingin memberikan kontribusi kepada dunia pendidikan melalui kegiatan ini. Ada tiga menu yang kami siapkan untuk 2.500 porsi, yakni nasi goreng Hongkong, ayam saus barbeque, dan ayam smoke,” ungkap Agus.

Keterlibatan delapan chef profesional diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Mereka tidak hanya menikmati makanan yang disajikan, tetapi juga dapat memperoleh inspirasi mengenai proses pengolahan makanan dan peluang pengembangan keterampilan di bidang kuliner.

Kegiatan Satu Sekolah Sejuta Cerita sekaligus menjadi momentum bagi SMK Kertanegara Kediri untuk memperkaya metode pembelajaran. Di tengah fokus pendidikan kejuruan pada kompetensi spesifik, keterampilan tambahan seperti tata boga dinilai dapat memberikan bekal yang bermanfaat bagi peserta didik.

Tingginya minat siswa dan pengalaman berkolaborasi dengan para praktisi profesional kini menjadi modal awal bagi sekolah untuk mengevaluasi pengembangan kegiatan tata boga, termasuk kemungkinan menghadirkannya sebagai kompetensi keahlian tersendiri di masa mendatang.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan