KEDIRI – Maraknya balapan liar di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) terutama di Malam Minggu ataupun hari libur semakin marak. Ditambahkan puluhan sepeda motor sengaja memakai knalpot bronx, hilir mudik mulai dari depan Kantor Bupati Kediri hingga di kawasan monumen.
Meski gencar dilakukan penindakan khususnya oleh Satlantas Polres Kediri, namun pengendara motor sebagian besar anak muda ini. Seakan tidak memiliki rasa jera, meski para pengguna jalan lainnya dan pengunjung ke monumen merasa resah.
Saran pernah disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Kediri, Antox Prapungka Jaya, sebenarnya cukup efektif. Terkait pemasangan marka kejut di semua akses jalan menuju kawasan SLG. Namun, solusi ini sepertinya tidak bakal direalisasikan oleh Dinas Perhubungan. Selaku satuan kerja, salah satu tugasnya terkait lalu lintas dan keselamatan di jalan.
Dikonfirmasi di ruang kerjanya, Joko Suwono selaku Kepala Dinas Perhubungan pada Selasa (17/01). Menyampaikan, pihaknya akan lebih fokus kegiatan sosialisasi dan penindakan bersama aparat gabungan. “Kita tetap berupaya semaksimal mungkin terkait balap liar. Kita juga melakukan operasi gabungan dengan Satlantas Polres Kediri dan Sub Denpom,” jelasnya.
Bahwa terkait marka kejut selama ini terpasang di Zona Keselamatan. Dia pun menyebutkan seperti di depan SDN Sukorejo, SMK Negeri Ngasem, di Jalan Raya Desa Kapu Kecamatan Pagu dan di Jalan Raya Desa Ploso Kecamatan Mojo. “Kita telah ada di Zona Keselamatan, tujuannya untuk mengurangi kecepatan. Terkait pemasangan di kawasan SLG, karena selama ini titik balapan liar berpindah-pindah,” terang Joko Suwono.
Dia pun menegaskan, justru solusi lebih efektif melakukan koordinasi, berkolaborasi dan sinergi dengan sejumlah pihak terkait. “Seperti kemarin, kami sosialisasi di SMK Ngasem terkait keselamatan. Karena marka kejut ini biasanya dipasang di jalan tol,” imbuhnya.
jurnalis : Kintan Kinari Astuti editor : Nanang Priyo Basuki