Jumat Besok, Bupati Diagendakan Melantik Pejabat Tinggi Pratama

KEDIRI – Dikabarkan Jumat besok, bertempat di Pendopo Panjalu Jayati akan digelar pelantikan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk enam jabatan pada satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri. Jabatan tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kepala Dinas Perikanan dan Kepala Dinas Penggendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).

Sejumlah pejabat membenarkan atas agenda pelantikan ini termasuk staf protokol. Namun untuk untuk waktu pelaksanaannya, hingga berita ini diturunkan, belum ada pemberitahuan secara resmi.  Adapun terkait hasil seleksi ini, disampaikan Dr. Mohammad Solihin selaku ketua panitia seleksi saat dikonfirmasi Kamis lalu. Selain seluruh berkas telah disampaikan kepada Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, juga diteruskan ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Hasil dari seleksi telah ditetapkan tiga calon nama. Artinya semua nama-nama tersebut memiliki peluang yang sama untuk ditetapkan. Tidak melihat nomor urut, semua kewenangan berada di tangan Bupati. kami juga sudah laporkan hasil seleksi ini ke KASN,” jelas Solikin, sehari-harinya menjabat menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Tentunya, nama-nama calon pejabat tersebut kini telah berada di kantong Mas Dhito sapaan akrab Bupati. Mengutip pernyataannya saat dirinya bersama Dewi Mariya Ulfa, wakil bupati dilantik di Gedung DPRD Kabupaten Kediri. Setidaknya terdapat tujuh program prioritas akan dijalankan, dan beberapa telah berjalan dengan baik.

Pertama tentang penanganan Covid-19. Komitmennya adalah bisa segera menggeser zona oranye ke zona hijau. Kedua, membangun komunikasi dua arah dari pimpinan dan masyarakat dengan menggelar Jumat Ngopi yaitu ngobrol persoalan dan solusi. Seluruh masyarakat bisa datang langsung dan program ini telah berjalan dengan baik.

Ketiga, Mas Dhito berjanji akan memberikan insentif untuk guru ngaji yang saat ini hanya mendapatkan anggaran Rp 50 ribu per bulan. Jumlah itu dirasa sangat sedikit. Hal ini diakuinya setelah menerima keluhan dari salah satu pengasuh pondok pesantren dan ini telah diselesaikan secara bertahap.

Keempat meningkatkan komunikasi dengan membuat aplikasi ‘Halo Mas Bup’. Bisa diakses langsung oleh masyarakat dan terhubung langsung dengan dinas-dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD).

Kelima, pembangunan infrastruktur karena bandara diperkirakan bisa beroperasi pada awal tahun 2024. Keenam, pada bidang pertanian, Bupati Kediri menegaskan soal inovasi pertanian. Melakukan sistem organik terutama pada pemakaian segala bentuk pupuk berbahan organik.

Kemudian terakhir telah menyelesaikan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) atas dukungan dan kerja keras seluruh anggota dewan. Ada satu hal yang menarik dan selalu diucapkan saat bertemu masyarakat. “Saya datang bukan untuk dilayani, namun hadir untuk melayani,” tegas orang nomor satu di Kabupaten Kediri.

Editor : Nanang Priyo Basuki