Shine Beyond Limits, Program Prameswati bagi Remaja Putri Kota Kediri Percaya Diri demi Mengejar Cita-Cita

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Setiap anak membawa cahaya dalam dirinya. Ada yang sudah menemukannya, ada pula yang masih mencari arah untuk membuatnya bersinar. Pesan itulah yang terasa dalam kegiatan Sekolah Prameswati yang digelar Pemerintah Kota Kediri melalui Tim Penggerak (TP) PKK Kota Kediri di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Rabu (12/8).

Mengusung tema “Shine Beyond Limits”, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi ratusan remaja putri untuk belajar mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta menumbuhkan kemandirian sebagai bekal menghadapi masa depan.

Sekolah Prameswati merupakan Sekolah Pendidikan Remaja Putri Menuju Self Management Wanita Positif. Konsepnya tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter remaja putri agar tumbuh sebagai pribadi yang berakhlak, mandiri, percaya diri, sehat, dan berani mengembangkan kemampuan.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan proses belajar bagi seorang remaja tidak terbatas pada ruang kelas. Berbagai pengalaman, pertemuan, dan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan baru juga merupakan bagian penting dari proses pendidikan.

“Jadi, sekolah ini bukan hanya di ruang kelas. Di luar pun saat ini kita juga sekolah,” kata Vinanda.

Karena itu, ia mendorong para peserta untuk tidak sekadar hadir dan mengikuti kegiatan, tetapi aktif menyerap pengetahuan yang diberikan para narasumber.

Menurut Vinanda, pengalaman dan wawasan yang diperoleh remaja dapat menjadi bekal ketika mereka harus menentukan pilihan pendidikan lanjutan, pekerjaan, maupun bidang yang ingin dikembangkan sesuai potensi masing-masing.

Kesempatan seperti itu, menurutnya, penting karena masa remaja merupakan fase ketika seseorang mulai mengenali dirinya sendiri sekaligus menentukan arah masa depan.

Dari Mengenali Diri hingga Berani Mencoba

Rangkaian Sekolah Prameswati menghadirkan materi yang berkaitan dengan pengembangan diri, kemandirian, dan edukasi kesehatan.

Founder Gerakan Anak Bahagiakan Orang Tua (GABO), Mas Darwis, memberikan materi bertajuk “The Journey of a Great Student Girl” yang membahas perjalanan menjadi remaja putri yang hebat sekaligus pentingnya membangun kemandirian.

Sementara itu, aspek kesehatan diberikan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Dibya Arfianda, Sp.OG, M.Kes.Klin.

Kehadiran berbagai materi tersebut membuat peserta tidak hanya diajak melihat masa depan dari sisi pendidikan atau karier, tetapi juga memahami pentingnya membangun diri secara utuh.

Bagi Vinanda, pengetahuan tersebut akan semakin berarti jika para remaja berani bertanya, mencoba, dan terus belajar dari proses yang mereka jalani.

Salah satu pesan yang ditekankan Vinanda adalah soal kepercayaan diri. Tidak semua remaja langsung mengetahui minat dan bakat yang ingin mereka tekuni. Ada yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencoba berbagai hal sebelum akhirnya menemukan bidang yang sesuai.

Dalam proses tersebut, rasa minder dan takut gagal kerap menjadi penghalang. Vinanda mengingatkan para peserta agar tidak menganggap kegagalan sebagai alasan untuk berhenti. Justru dari kegagalan, seseorang dapat mengetahui apa yang perlu diperbaiki.

“Jangan takut gagal. Kemudian belajar terus. Kalau belum berhasil, diperbaiki. Kemudian kalau adik-adik sudah konsisten di situ, pasti semuanya ada jalan,” ujarnya.

Pesan itu menjadi penting bagi remaja yang sedang berada dalam proses pencarian jati diri. Tidak menemukan kemampuan yang ingin ditekuni hari ini bukan berarti tidak memiliki potensi. Ada kalanya potensi baru terlihat setelah seseorang berani mencoba.

Vinanda juga mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap kemampuan diri. Kalimat “tidak bisa”, menurutnya, sebaiknya tidak menjadi batas akhir. Sebaliknya, pola pikir dapat diarahkan menjadi “belum bisa dan mau belajar”.

Perubahan sederhana dalam cara memandang diri tersebut dapat membuka ruang bagi seseorang untuk terus berkembang. Dengan mengatakan “belum bisa”, seseorang masih memberi kesempatan kepada dirinya untuk belajar. Ada proses yang masih dapat ditempuh, kesalahan yang dapat diperbaiki, dan kemampuan yang dapat terus diasah.

Semangat itulah yang ingin ditanamkan kepada para peserta Sekolah Prameswati: berani memulai, tidak takut salah, dan tetap konsisten ketika hasil yang diharapkan belum segera terlihat.

TP PKK Kota Kediri Dorong Remaja Putri Tumbuh Mandiri

Ketua TP PKK Kota Kediri, Hj. Faiqah Azizah Muhammad Qowimuddin, mengatakan Sekolah Prameswati menjadi bagian dari kepedulian TP PKK dalam mempersiapkan generasi muda, khususnya remaja putri. Menurut dia, bekal yang diberikan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya berguna untuk kebutuhan peserta saat ini, tetapi juga menjadi modal ketika mereka memasuki fase kehidupan berikutnya.

“Kami berharap para peserta mendapatkan bekal yang tidak hanya bermanfaat untuk hari ini, tetapi juga menjadi modal dalam menjalani kehidupan di masa depan,” ujarnya.

Bekal tersebut, lanjut Faiqah, bukan hanya pengetahuan. Pembentukan karakter, kepercayaan diri, kemandirian, serta kemampuan mengenali dan mengembangkan potensi diri juga menjadi bagian penting. Ia berharap remaja putri di Kota Kediri dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, mandiri, berkarakter, memiliki wawasan luas, dan mampu mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Tema “Shine Beyond Limits” kemudian menjadi benang merah kegiatan tersebut. Pesan itu mengajak remaja putri untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan berhenti mengembangkan diri. Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Begitu pula dengan proses menemukan potensi dan meraih cita-cita. Karena itu, para peserta didorong untuk mengenali kelebihan yang dimiliki, berani mencoba hal baru, serta terus belajar ketika menghadapi kegagalan.

“Bersinarlah tanpa batas. Karena setiap diri kalian memiliki cahaya dan potensi untuk menjadi remaja yang luar biasa,” kata Faiqah.

Kalimat tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa masa depan tidak selalu ditentukan oleh seberapa cepat seseorang menemukan jawabannya, tetapi juga oleh keberanian untuk terus berjalan ketika jawabannya belum ditemukan.

Semangat mengikuti kegiatan juga dirasakan Rosella Adika Olivia Putri, siswi SMAN 1 Kediri yang hadir sebagai perwakilan Forum Anak Ngadirejo. Rosella mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh ilmu dan pengalaman baru sekaligus berkesempatan mengenal remaja putri lainnya.

“Tentunya sangat senang karena dapat ilmu, pengalaman baru dan juga bisa mengenal teman-teman baru,” kata Rosella.

Bagi Rosella, Sekolah Prameswati menjadi ruang untuk memperluas wawasan sekaligus menambah pengalaman melalui pertemuan dengan peserta lain. Dalam kesempatan tersebut, Rosella juga menerima penghargaan dari Wali Kota Kediri setelah meraih juara nasional lomba pencak silat bersama delapan orang lainnya.

Sekolah Prameswati pada akhirnya bukan sekadar kegiatan sehari bagi para remaja putri. Di balik materi, pertemuan, dan pengalaman yang mereka dapatkan, terdapat pesan yang lebih panjang: bahwa mengenali diri adalah sebuah proses dan membangun kepercayaan diri membutuhkan keberanian untuk terus mencoba.

Remaja putri tidak harus langsung mengetahui seluruh jalan yang akan ditempuh. Yang lebih penting adalah berani melangkah, belajar dari kesalahan, dan tidak berhenti hanya karena pernah gagal. Semangat “Shine Beyond Limits” menjadi pengingat bahwa potensi tidak akan berkembang jika terus disimpan karena rasa takut atau minder.

Dengan pengetahuan, karakter, kepercayaan diri, dan kemauan untuk belajar, para remaja putri diharapkan mampu menatap masa depan dengan langkah yang lebih mantap. Sebab, setiap perjalanan besar sering kali dimulai dari satu keberanian sederhana: percaya bahwa diri sendiri mampu tumbuh lebih jauh.

Jurnalis: Anisa Fadila