image.png

CFD Jalan Dhoho Kediri Ditata Ulang, Akses Masuk Ditambah dan Area UMKM Lebih Tertib

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri mulai menerapkan penataan baru pada pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Dhoho guna meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus mendukung aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Muhammad Ridwan, S.Sos., M.M., mengatakan konsep dasar pelaksanaan CFD tetap dipertahankan. Namun, sejumlah penyesuaian dilakukan untuk memperbaiki pemerataan akses pengunjung serta penataan ruang aktivitas di kawasan tersebut.

Salah satu perubahan yang diterapkan adalah penambahan dua pintu masuk atau gate, masing-masing di sisi utara dan selatan Jalan Dhoho. Kebijakan ini diharapkan memudahkan masyarakat, terutama yang datang dari arah selatan, sehingga tidak lagi harus mengakses kawasan melalui pintu masuk di sisi utara.

“Konsepnya masih sama seperti sebelumnya. Hanya sekarang kami membuat dua gate supaya masyarakat dari sisi selatan juga memiliki akses masuk yang lebih mudah,” ujar Ridwan.

Selain penambahan akses, Pemkot Kediri juga mengatur ulang tata letak pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku UMKM. Area sepanjang sekitar 30 hingga 50 meter dari pintu masuk sisi selatan kini difungsikan sebagai ruang untuk kegiatan olahraga dan pertunjukan seni. Sementara itu, area setelahnya tetap dimanfaatkan sebagai lokasi berjualan UMKM sebagaimana pelaksanaan CFD sebelumnya.

Ridwan menegaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan CFD adalah menyediakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk berolahraga serta menikmati kawasan bebas kendaraan bermotor. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.

Karena itu, ia mengimbau seluruh pedagang untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kenyamanan pengunjung akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik CFD, termasuk bagi wisatawan dari luar daerah.

“Kalau pelaksanaan CFD tertib dan nyaman, masyarakat akan semakin banyak yang datang. Dampaknya tentu akan dirasakan para pedagang karena kegiatan ekonomi ikut meningkat,” katanya.

Penataan tersebut mendapat respons positif dari pelaku UMKM. Salah satunya Mefin, pemilik Basar Kue Rea-Re, yang rutin berjualan setiap Minggu di kawasan CFD. Ia menawarkan berbagai jajanan, seperti bakpao cokelat, risoles aneka rasa, dan onde-onde, dengan harga mulai Rp2.500 hingga Rp3.500.

Menurutnya, CFD menjadi salah satu sumber tambahan pendapatan bagi keluarganya. Tingginya jumlah pengunjung turut mendongkrak penjualan, terutama untuk produk risoles cokelat, risoles ayam, dan onde-onde original yang menjadi favorit pembeli.

“Alhamdulillah cukup membantu menambah pemasukan keluarga. Semoga CFD terus diadakan setiap minggu karena sangat bermanfaat bagi pedagang kecil,” tuturnya.

Apresiasi juga datang dari pengunjung, Ahmad Fajar Abadi, warga Kelurahan Pesantren. Ia menilai CFD menjadi alternatif kegiatan saat akhir pekan sekaligus ruang menikmati suasana Kota Kediri.

Menurut Ahmad, kondisi kebersihan dan keamanan di kawasan CFD sudah cukup baik berkat tersedianya tempat sampah di sejumlah titik serta patroli rutin dari Satpol PP dan kepolisian. Meski demikian, ia berharap penataan area UMKM dapat dibuat lebih longgar agar pengunjung tidak berdesakan saat mengantre.

“Selain penataan UMKM, menurut saya pelaksanaan CFD sudah baik. Yang penting masyarakat juga ikut menjaga kebersihan supaya suasana tetap nyaman,” ujarnya.

 

jurnalis : Radistiya Sadam Inzagi

✓ Link berhasil disalin