KEDIRI – Di balik langkah-langkah kecil yang bergerak serempak, tersimpan semangat besar untuk belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan cinta terhadap ketertiban. Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polisi Kecil (Pocil) Sekartaji Polres Kediri Kota menuntaskan gladi resik pada Selasa (30/6) sebagai penanda kesiapan mereka menampilkan atraksi terbaik.
Sebanyak 31 siswa SD Pawiyatan Daha 1 dan SD Pawiyatan Daha 2 yang tergabung dalam Polisi Kecil Sekartaji telah menjalani pembinaan intensif selama satu bulan. Bagi mereka, latihan bukan sekadar menyempurnakan gerakan Baris Kreasi yang akan ditampilkan, melainkan juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan sejak usia dini.
Kanit Keamanan Keselamatan Lalu Lintas (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota sekaligus Pembina Polisi Kecil, IPTU Mujani, mengatakan program tersebut dirancang untuk membentuk karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Pembentukan karakter sejak usia dini sangat penting agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki perilaku yang baik,” ujarnya.
Selain berlatih baris-berbaris, para peserta juga dibekali materi 12 gerakan pengaturan lalu lintas. Untuk menyempurnakan penampilan, mereka mendapat pendampingan koreografi dari pelatih tari CK Dance sehingga atraksi Baris Kreasi tampil lebih dinamis dan harmonis.
Menurut Mujani, membina anak-anak usia sekolah dasar memiliki tantangan tersendiri karena materi yang diberikan terkadang mudah terlupakan. Namun, melalui latihan yang dilakukan secara konsisten, perkembangan peserta terlihat semakin nyata, baik dari aspek keterampilan maupun sikap disiplin dalam keseharian.
Perubahan tersebut juga dirasakan para orang tua. Cynthia Sandra, salah satu wali murid, mengaku bangga anaknya dipercaya menjadi bagian dari Polisi Kecil Sekartaji dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Ia menilai program tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter anak, terutama dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kekompakan.
“Perubahan yang paling terlihat setelah mengikuti Polisi Kecil adalah anak menjadi lebih disiplin karena selama latihan pembina menerapkan aturan yang tegas,” tuturnya.
Meski latihan berlangsung setiap hari dan kerap menguras tenaga, dukungan keluarga menjadi penyemangat bagi para peserta untuk tetap konsisten hingga siap tampil pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Cynthia berharap program Polisi Kecil terus berlanjut sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, di balik setiap langkah baris yang teratur, tersimpan pelajaran berharga tentang disiplin, keberanian, kerja sama, dan tanggung jawab yang akan menjadi bekal anak-anak dalam menapaki masa depan.



