KEDIRI – Pelajar MTsN 1 Kota Kediri mendapat pembekalan hukum langsung dari Kejaksaan Negeri Kota Kediri pada Selasa (19/05) dalam kegiatan “Jaksa Masuk Sekolah” (JMS) yang mengangkat tema krusial: Kenakalan Remaja.
Dalam kegiatan yang berlangsung di aula sekolah, Kasi Intel Hadi Marsudiono menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah menanamkan pemahaman hukum sejak dini agar siswa sadar konsekuensi setiap tindakan yang melanggar aturan.
Para siswa disuguhkan materi lengkap mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja yang marak terjadi, mulai dari bullying, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga penggunaan media sosial tanpa bijak, sampai pergaulan bebas dan tindakan kriminal yang dapat menjerat anak di bawah umur.
“Setiap tindakan melanggar hukum akan berdampak negatif, bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga keluarga dan masa depan,” ujar Hadi Marsudiono.
Tak hanya menjelaskan jenis-jenis kenakalan, narasumber juga menyinggung faktor-faktor pemicunya, seperti kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, minimnya kontrol media sosial, dan rendahnya kesadaran hukum remaja. Siswa diajak lebih selektif dalam memilih teman, memanfaatkan teknologi untuk hal positif, serta menanamkan disiplin dan tanggung jawab.
Kegiatan berlangsung interaktif. Puluhan siswa aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari dampak hukum bullying, sanksi penyalahgunaan media sosial, hingga tips menghindari pergaulan negatif. Semua dijawab dengan jelas dan mudah dipahami, sehingga siswa benar-benar menyerap materi yang diberikan.
Selain edukasi hukum, narasumber juga memberikan motivasi untuk fokus belajar, menghormati guru dan orang tua, serta menjauhi perilaku negatif. Hadi Marsudiono menekankan bahwa masa remaja adalah masa penting untuk menentukan masa depan, sehingga harus diisi dengan kegiatan produktif dan pengembangan prestasi.
“Kegiatan JMS ini bertujuan membentuk karakter pelajar disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak baik. Semoga siswa mampu memahami bahaya kenakalan remaja dan memiliki keberanian menolak pengaruh negatif di lingkungannya,” tutup Hadi.



