foto : Wildan Wahid Hasyim

Diduga Peluru Nyasar Pecahkan Kaca Rumah Warga di Kediri, Polisi Lakukan Penyelidikan

KEDIRI — Warga Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, digegerkan oleh peristiwa pecahnya kaca sebuah rumah yang diduga akibat peluru nyasar, Senin (11/05) pagi. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB saat penghuni rumah tengah beraktivitas seperti biasa. Suara letusan keras mendadak terdengar dan diikuti pecahnya kaca rumah bagian depan.

Pemilik rumah, Umi Kiptiah, kini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Pagu bersama ketua RT setempat. Aparat kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna menyelidiki asal proyektil yang diduga menghantam rumah tersebut.

Anak pemilik rumah, Nunsi, mengatakan suara dentuman terdengar cukup keras hingga membuat seluruh penghuni panik.

“Suara letusannya keras seperti senapan angin, lalu kaca langsung pecah dan serpihannya jatuh ke bawah meja,” ujar Nunsi saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut dia, peristiwa itu terjadi sesaat setelah suaminya melintas di depan pintu rumah untuk berangkat bekerja. Hanya berselang beberapa langkah, suara keras langsung terdengar dari arah depan rumah.

“Suami saya baru lewat sekitar tiga sampai empat langkah dari pintu, lalu langsung terdengar suara pecah. Untung sudah lewat,” katanya.

Awalnya keluarga sempat mengira suara tersebut berasal dari lampu pecah. Namun setelah diperiksa, kaca bagian depan rumah sudah dalam kondisi hancur dan serpihannya berserakan di lantai.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kejadian itu membuat warga sekitar resah. Dugaan sementara, kaca pecah akibat proyektil yang berasal dari senapan angin.

Hingga kini, benda yang diduga proyektil belum ditemukan di lokasi. Namun polisi disebut telah memeriksa bentuk lubang pada kaca dan area sekitar rumah untuk memastikan jenis benda yang mengenai bangunan tersebut.

“Kalau batu pasti ada batunya di sekitar sini. Polisi tadi juga melihat bentuk lubangnya,” ungkap Nunsi.

Selain merusak kaca rumah, warga juga menemukan dugaan bekas benturan pada bagian tembok rumah. Polisi masih mendalami arah datangnya proyektil serta kemungkinan sumber tembakan.

Warga sekitar menyebut di lingkungan tersebut terdapat beberapa orang yang memiliki senapan angin yang biasa digunakan untuk berburu burung.

“Kadang memang ada yang berburu burung pakai senapan angin,” tambahnya.

Sementara itu, melalui Kapolsek Pagu AKP Kalis Jaewasono memastikan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.

jurnalis : Wildan Wahid Hasyim