KEDIRI — Pemerintah Kota Kediri terus mendorong penerapan konsep pembelajaran menyenangkan atau joyful learning sebagai fondasi pendidikan anak usia dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui Smart Workshop peningkatan kompetensi guru taman kanak-kanak se-Kota Kediri yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kota Kediri, Senin (11/5/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 itu diikuti sebanyak 504 guru TK yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Kediri.
Dalam kegiatan tersebut, para guru dibekali metode pembelajaran kreatif dan interaktif agar anak-anak lebih aktif, nyaman, dan antusias saat belajar di sekolah.
Wali Kota Kediri sekaligus Bunda PAUD Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan guru memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman belajar pertama yang menyenangkan bagi anak-anak.
Menurutnya, pola pembelajaran yang menyenangkan menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan karakter belajar anak di era digital saat ini.
“Pembelajaran yang menyenangkan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan peserta didik,” ujar Vinanda.
Ia menilai guru TK kini dituntut mampu menghadirkan suasana belajar yang kreatif, inovatif, dan efektif agar anak tidak mudah bosan selama mengikuti pembelajaran.
Menurut Vinanda, metode belajar satu arah membuat anak cenderung pasif dan kurang aktif berinteraksi. Padahal, anak-anak generasi sekarang memiliki pola komunikasi dan karakter belajar yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.
“Mereka lebih cepat bosan dan membutuhkan pendekatan belajar yang aktif serta menyenangkan,” katanya.
Karena itu, peran guru TK dinilai tidak hanya sebatas mengajarkan membaca dan berhitung, tetapi juga membangun karakter, rasa percaya diri, hingga keberanian anak sejak dini.
Ia menyebut suasana belajar yang dikemas melalui lagu, permainan edukatif, hingga tepuk semangat mampu membantu anak lebih fokus dan nyaman selama berada di sekolah.
Vinanda juga menegaskan kualitas sebuah kota di masa depan sangat ditentukan dari bagaimana pendidikan anak usia dini dibangun sejak sekarang.
“Investasi terbaik bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun sumber daya manusia dimulai dari PAUD dan TK,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Drs. Mandung Sulaksono, mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru TK agar mampu mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran yang terus berubah.
Menurutnya, kementerian saat ini mulai mendorong penggunaan teknologi pembelajaran baru sehingga para guru harus mampu beradaptasi lebih cepat agar proses belajar semakin menarik bagi anak-anak.
Dalam workshop tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning yang menitikberatkan pada empat aspek pembentukan karakter anak, yakni olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olahraga.
Materi itu disampaikan oleh narasumber Dr. Tio Subiakto, dosen sekaligus praktisi pendidikan anak usia dini asal Surabaya.
“Kalau empat unsur ini digabungkan, maka seluruh ilmu dan nilai yang diberikan kepada anak bisa tertransfer dengan baik,” jelas Mandung.
Ia menjelaskan, aspek olah pikir diterapkan melalui pendekatan STEAM yang meliputi science, technology, engineering, art, dan mathematics. Sementara olah rasa berfokus pada penguatan empati dan kemampuan sosial anak.
Adapun olah hati diarahkan untuk membangun tanggung jawab dan integritas, sedangkan olahraga diterapkan melalui aktivitas belajar menyenangkan dengan konsep joyful learning.
Mandung menambahkan, penerapan pembelajaran mendalam di jenjang PAUD secara nasional masih berada di bawah 30 persen. Karena itu, workshop peningkatan kompetensi guru dinilai penting untuk terus dilakukan.
“Harapannya kalau visi, metode, dan pemahamannya sama, hasil pembelajaran yang diterima anak-anak juga akan baik,” tandasnya.



