KEDIRI – Setelah merampungkan agenda di Blitar, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin langsung bergerak ke Kediri, Rabu (6/5). Menggunakan helikopter, ia mendarat di Markas Batalyon 521/Dadaha Yudha sebelum memulai rangkaian kunjungan strategis di wilayah tersebut.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Usai bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan daerah, Pangdam meninjau langsung lokasi yang diproyeksikan menjadi markas Batalyon Teritorial Pembangunan. Satuan baru tersebut rencananya akan diberi nama Ksatria Joyoboyo, dan dibangun di Desa Banaran, Kecamatan Kandangan.
Langkah ini menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan terintegrasi di wilayah Jawa Timur. Pembangunan satuan baru dilakukan dengan mempertimbangkan aspek strategis, termasuk stabilitas keamanan kawasan.
Dalam amanat sebelumnya saat berada di Blitar, Pangdam menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya berorientasi pada pertahanan, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“TNI diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal,” ujarnya, disela kunjungan di Blitar kemarin.
Agenda kunjungan di Kediri disampaikan Pasi Intel Kodim 0809, Kapten Ctp. Laudi Hermanto juga mencakup peninjauan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Mojokerep, Kecamatan Plemahan. Selain itu, rombongan dijadwalkan mengecek progres pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Pohjajar, Kecamatan Papar—proyek yang dinilai strategis untuk konektivitas wilayah.
Sebelum kembali ke markas komando, Pangdam bersama rombongan juga akan menggelar kegiatan bakti sosial di lapangan desa setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.
Kunjungan ini menegaskan pendekatan TNI yang tidak hanya fokus pada kekuatan militer, tetapi juga pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.



