KEDIRI – Stadion Brawijaya menjadi saksi kebangkitan Persik Kediri. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Macan Putih sukses menaklukkan Bali United dengan skor tipis 3-2 dalam laga dramatis yang berlangsung Jumat malam (30/01). Kemenangan ini sekaligus memutus catatan tujuh pertandingan tak terkalahkan Serdadu Tridatu di kompetisi.
Sejak menit awal, pertandingan berjalan dengan ritme yang cenderung berhati-hati. Kedua tim memilih pendekatan taktis, saling menakar kekuatan sebelum meningkatkan intensitas. Bali United beberapa kali mengancam lewat pergerakan cepat Thijmen Goppel dan ketajaman Boris Kopitovic yang merepotkan barisan belakang tuan rumah.
Tekanan tim tamu membuahkan hasil pada menit ke-23. Situasi kemelut di depan gawang Persik berujung petaka setelah M. Firly salah mengantisipasi bola dan justru mengirimnya ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut membuat Persik tertinggal 0-1.
Alih-alih terpuruk, Persik justru merespons dengan agresivitas tinggi. Intensitas pressing ditingkatkan, memaksa lini belakang Bali United melakukan kesalahan. Upaya itu membuahkan hasil pada menit ke-29 saat Jose Enrique memanfaatkan blunder pertahanan lawan untuk menyamakan kedudukan.
Momentum sepenuhnya beralih ke kubu Macan Putih. Pada menit ke-40, kesalahan serupa kembali terjadi. Jose Enrique kembali menunjukkan insting golnya dengan penyelesaian tenang yang membawa Persik berbalik unggul 2-1.
Keunggulan Persik kian kukuh di penghujung babak pertama. Adrian Luna mencatatkan namanya di papan skor pada menit 45+2 setelah sigap menyambar bola muntah hasil tembakan Wigi Pratama. Skor 3-1 menutup babak pertama dengan sorak sorai publik Brawijaya.
Memasuki paruh kedua, Persik memilih bermain lebih pragmatis. Tempo permainan diturunkan, sementara Bali United mengambil inisiatif penguasaan bola. Meski Persik sempat mengancam melalui M. Supriadi dan Jon Toral, peluang tersebut belum berbuah gol tambahan.
Sebaliknya, Bali United mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-69. Joao Ferrari mencetak gol lewat skema bola mati yang gagal diantisipasi pertahanan Persik. Gol ini memicu tekanan bertubi-tubi dari tim tamu yang berupaya menyamakan skor.
Namun, disiplin dan solidnya lini belakang Persik menjadi benteng terakhir yang tak mampu ditembus. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan untuk kemenangan tuan rumah.
Usai laga, pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengakui timnya melakukan kesalahan krusial yang berujung kekalahan.
“Secara permainan kami cukup baik di awal, tetapi kesalahan-kesalahan fatal memberi keuntungan bagi lawan. Di babak kedua kami mencoba bangkit, namun hari ini tiga poin belum menjadi milik kami,” ujarnya.
Bagi Persik Kediri, kemenangan ini bukan sekadar tambahan poin, melainkan suntikan kepercayaan diri yang berharga untuk menatap laga-laga berikutnya—sebuah penegasan bahwa tradisi kerja keras dan semangat pantang menyerah masih menjadi denyut utama Macan Putih.









