KEDIRI — Wajah baru Kota Kediri kini terpancar dari kawasan Jalan Stasiun yang resmi dibuka bertepatan dengan malam pergantian tahun. Kawasan ini menjelma menjadi ruang publik yang hidup, terutama saat malam hari, dengan arus kunjungan warga yang terus meningkat. Kehadiran ikon baru tersebut tak hanya mempercantik kota, tetapi juga membawa dampak positif bagi pergerakan ekonomi pedagang di sekitarnya.
Sejak dibuka untuk umum, Jalan Stasiun menjadi salah satu destinasi favorit warga untuk menghabiskan waktu luang. Beragam aktivitas dilakukan pengunjung, mulai dari berjalan santai, duduk menikmati suasana, hingga mengabadikan momen melalui foto. Mayoritas pengunjung berasal dari kalangan anak muda yang menjadikan kawasan ini sebagai tempat berkumpul pada malam hari.
Dampak revitalisasi kawasan itu dirasakan langsung oleh para pedagang kecil. Kartini, penjual soto dan pecel di sepanjang Jalan Stasiun, mengaku aktivitas usahanya mulai kembali bergeliat setelah kawasan tersebut diresmikan.
“Saya berjualan dari pagi sampai malam. Pagi jual soto dan pecel, malam anak saya lanjut jual kopi dan angkringan di sini,” ujar Kartini saat ditemui, Jumat (2/1).
Menurut Kartini, perbedaan suasana Jalan Stasiun antara siang dan malam cukup mencolok. Keramaian pengunjung lebih terasa saat malam tiba, seiring meningkatnya aktivitas warga di ruang publik tersebut. Kondisi ini berpengaruh langsung terhadap tingkat penjualan para pedagang.
“Kalau malam jalannya ramai, banyak anak muda nongkrong, motoran, dan foto-foto. Siang hari relatif sepi karena panas,” katanya.
Dari sisi fasilitas, kawasan Jalan Stasiun kini dilengkapi dengan tempat duduk serta lampu hias yang membentang di sepanjang jalan. Pemerintah juga menyediakan peta wisata Kota Kediri yang memuat informasi alamat dan barcode peta digital berbagai destinasi unggulan, mulai dari taman kota, wisata sejarah, wisata alam, rumah ibadah, hingga pusat oleh-oleh, guna memudahkan wisatawan mengenal potensi daerah.
Meski tampil lebih tertata, kondisi kawasan pada siang hari masih terasa panas. Pepohonan yang sebelumnya berada di median jalan telah ditebang saat proses pembangunan, sementara tanaman pengganti belum tumbuh rindang sehingga kawasan terlihat gersang.
Kendati demikian, revitalisasi Jalan Stasiun dinilai berhasil menghidupkan kembali kawasan tersebut, khususnya pada malam hari. Kehadiran ikon baru ini diharapkan dapat memperkuat fungsi ruang publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghidupan di sepanjang Jalan Stasiun.









