KEDIRI – Kasus penggelapan sepeda motor yang sempat mengendap selama hampir satu tahun di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Pelaku diketahui menggunakan modus berpura-pura mengalami kecelakaan demi melancarkan aksinya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 22 Mei 2024, sekitar pukul 04.00 WIB, di halaman RS Arga Husada, Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih. Hal itu disampaikan langsung oleh Kapolsek Ngadiluwih, Iptu Budi Winariyanto, saat dikonfirmasi pada Minggu (28/12).
Korban dalam kasus ini adalah Gesylia Feby Anggraini (24), warga Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung. Ia kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat tahun 2021 bernomor polisi AG 2293 REU, dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp20 juta.
Menurut Kapolsek, pelaku awalnya mendekati korban dengan dalih baru saja menabrak seseorang dan meminta bantuan untuk menuju rumah sakit. Pelaku kemudian meminjam sepeda motor korban, bahkan sempat membonceng korban hingga ke RS Arga Husada.
“Sesampainya di rumah sakit, pelaku meminta korban turun dengan alasan akan pulang sebentar untuk berganti pakaian dan mengambil laundry. Namun setelah ditunggu berjam-jam, pelaku tak kunjung kembali,” jelas Iptu Budi.
Kecurigaan korban semakin kuat ketika mencoba menghubungi pelaku, namun nomor teleponnya sudah tidak dapat dihubungi karena diblokir. Saat itulah korban menyadari sepeda motornya telah digelapkan.
Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngadiluwih. Berdasarkan laporan itu, polisi melakukan serangkaian penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap identitas pelaku.
Pelaku diketahui berinisial YT (56), seorang pria lanjut usia asal Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, yang diketahui berdomisili di wilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
“Kami telah menangani kasus ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tegas Kapolsek.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya, meskipun pelaku menggunakan alasan darurat atau situasi yang terkesan mendesak.









