foto : Sigit Cahya Setyawan

LSM Saroja Soroti Proyek Miliaran di Kota Kediri, Beri Pesan Simbolik Rokok dan Tolak Angin ke Korps Adhyaksa

Bagikan Berita :

KEDIRI — Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2025 di Kota Kediri berlangsung dengan cara yang unik. LSM Saroja mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri pada Senin (09/12) sambil membawa dua bungkus rokok dan dua sachet obat masuk angin. Bukan untuk diberikan sebagai bingkisan, melainkan sebagai simbol ajakan memperkuat komitmen bersama dalam mengawasi dan memberantas praktik korupsi.

Dalam audiensi tersebut, Dewan Pengawas LSM Saroja, Supriyo, menjelaskan bahwa benda-benda itu memiliki makna khusus. Rokok melambangkan imbauan agar tidak ada lagi praktik “minta uang rokok”, sementara obat masuk angin menjadi pesan moral agar penyidik tidak “masuk angin” atau goyah dalam menangani perkara tindak pidana korupsi.

“Ini simbol saja, jangan disalahartikan. Rokok itu pesan agar tidak ada permintaan uang rokok. Tolak angin supaya penyidik tidak masuk angin dalam bekerja,” ujarnya.

Supriyo menegaskan bahwa momentum antikorupsi ini menjadi pengingat penting agar semangat pemberantasan korupsi di Kota Kediri tidak meredup. Ia menyebut bahwa masa “bulan madu” pasca Pilwali telah usai, dan kini saatnya kembali memperkuat kolaborasi menuju transparansi yang lebih terbuka.

“Tahun 2026 kita buka lagi ruang kerja sama. Kami siapkan data, mari kita wujudkan transparansi,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, LSM Saroja juga menyoroti sejumlah proyek besar di Kota Kediri, termasuk pembangunan RS Gambiran, pedestrian Stasiun Kediri, Stadion Brawijaya, hingga revitalisasi Jembatan Brawijaya. Supriyo mengungkapkan adanya dugaan kejanggalan, misalnya satu pilar jembatan yang rusak namun empat pilar diganti sekaligus dengan anggaran miliaran rupiah.

“Kalau kami mencurigai proyek-proyek itu, itu hal yang wajar,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Pidsus Kejari Kota Kediri, Nurngali, mengapresiasi kedatangan LSM Saroja dan menegaskan bahwa komitmen pemberantasan korupsi tetap menjadi prioritas Korps Adhyaksa. Ia juga membeberkan capaian penanganan kasus korupsi sepanjang 2025, di antaranya penyidikan empat perkara, penetapan tiga tersangka dalam kasus perbankan, pengembalian kerugian negara sebesar Rp1 miliar, serta penyitaan aset di lima lokasi yang kini menunggu proses eksekusi atau lelang.

“Dalam pemberantasan korupsi, bukan hanya soal menetapkan tersangka. Pengembalian kerugian negara juga penting. Tahun ini kami sudah mengembalikan Rp1 miliar,” jelas Nurngali.

Terkait dugaan penyimpangan beberapa proyek, ia memastikan bahwa Kejari akan menindaklanjuti laporan jika ditemukan data yang mengarah pada indikasi pelanggaran.

“Proyek-proyek itu masih berjalan. Jika nanti ada data yang mengindikasikan penyimpangan, tentu akan kami selidiki. Kami selalu terbuka untuk kolaborasi,” tegasnya.

Bagi LSM Saroja, peringatan Hari Anti Korupsi bukan sekadar seremoni. Aksi simbolik dengan rokok dan obat masuk angin itu dimaksudkan sebagai pengingat moral agar aparat penegak hukum tetap independen, tidak terpengaruh, dan tidak “masuk angin” ketika menangani kasus.

Harapannya, langkah kecil simbolik itu menjadi dorongan besar menuju Kota Kediri yang lebih bersih dari praktik korupsi.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :