foto : Anisa Fadila

Sumber Api di Jalan Dhoho Masih Misteri: Polisi Telusuri Penyebab Kebakaran Toko Gerabah di Pusat Kota

Bagikan Berita :

KEDIRI – Malam di Jalan Dhoho, jantung keramaian Kota Kediri, mendadak berubah mencekam. Api berkobar dari sebuah toko gerabah Muliya yang selama ini dikenal sebagai tempat berjualan kerajinan tangan khas Kediri. Peristiwa yang terjadi pada Rabu malam (15/10) itu sontak menyita perhatian warga dan menimbulkan pertanyaan besar: apa penyebab sebenarnya dari kebakaran ini?

Hingga kini, polisi masih menyelidiki sumber api yang melahap bangunan tersebut. Hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian tidak menemukan tanda-tanda korsleting listrik, yang biasanya menjadi penyebab umum kebakaran di kawasan padat seperti Dhoho.

Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Cipto Dwi Leksana, menjelaskan bahwa pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari pemilik toko, namun koordinasi masih dilakukan untuk memastikan langkah hukum selanjutnya.

“Kami masih menunggu keputusan dari pemilik toko, apakah mereka akan membuat laporan resmi atau tidak. Pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada indikasi korsleting, tetapi penyebab pastinya masih kami dalami,” terang AKP Cipto kepada awak media.

Menurutnya, kerugian akibat kebakaran masih dalam proses perhitungan, namun dipastikan api hanya melahap satu bangunan dan tidak merembet ke toko-toko lain di sekitarnya. “Beruntung, penanganan cepat dari petugas pemadam kebakaran mencegah api menjalar lebih luas,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kediri Kota, Kompol Ridwan Sahara, menuturkan kronologi awal munculnya api. Sekitar pukul 20.00 WIB, dua anggota Satpol PP yang baru saja menyelesaikan patroli dari kompleks Pemkot Kediri melihat cahaya merah menyala dari dalam toko.

“Dua anggota Satpol PP itu segera menghentikan kendaraan dan mengamankan lokasi. Mereka langsung menghubungi kami untuk meminta bantuan pemadam dan pengalihan arus lalu lintas,” jelas Kompol Ridwan.

Saat pengamanan berlangsung, dua orang yang mengaku sebagai pemilik toko sempat mencoba masuk ke dalam bangunan untuk menyelamatkan barang-barang dagangan. Namun, upaya itu dicegah petugas karena kobaran api terlalu besar dan risiko keselamatan tinggi.

Sebanyak 13 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi, terdiri dari armada Pemkot Kediri, Pemkab Kediri, PT. Gudang Garam, Polres Kediri Kota, Brimob hingga kendaraan tangki air milik DLHKP. Pertarungan melawan api berlangsung selama lebih dari tiga jam, hingga pukul 23.30 WIB.

Pemilik toko, Heni Tiasro, dikabarkan tidak berada di tempat saat kejadian. Ia meninggalkan toko sekitar pukul 19.30 WIB untuk berkunjung ke rumah saudaranya. Tak lama kemudian, kabar duka datang lewat telepon warga yang melihat api membumbung dari tokonya. Saat berusaha dikonfirmasi terlihat cukup terpukul atas kejadian ini.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun seluruh isi toko — mulai dari rak-rak pajangan, koleksi gerabah, hingga perlengkapan usaha — hangus terbakar. Nilai kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, meski angka pastinya masih dalam pendataan.

Di balik bara yang padam, tersisa bau asap dan debu hitam di udara Jalan Dhoho. Warga yang melintas hanya bisa memandang puing-puing toko yang kini tinggal arang, tempat yang sebelumnya ramai kini menjadi saksi bisu dari misteri api yang datang tanpa peringatan.

Polisi masih bekerja di lokasi, menelusuri setiap jejak yang mungkin memberi petunjuk: apakah ini murni musibah, atau ada unsur lain di baliknya.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Semua kemungkinan terbuka, tapi yang jelas tidak ada indikasi korsleting dari hasil pemeriksaan awal,” tegas AKP Cipto.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :