foto : Sigit Cahya Setyawan

IPK Gruduk Kantor CIMB Niaga Finance Kediri, Geram Dugaan Penarikan Paksa Mobil Ibu Rumah Tangga

Bagikan Berita :

KEDIRI Api emosi membara di jantung Kota Kediri, Kamis siang (31/07), ketika massa dari LSM Ikatan Pemuda Kediri (IPK) mengepung kantor CIMB Niaga Finance. Mereka datang bukan membawa senyuman, melainkan amarah yang mendidih, buntut dari dugaan penarikan paksa sebuah mobil milik ibu rumah tangga asal Burengan.

Aksi berlangsung panas—secara harfiah dan emosional. Ban terbakar menjadi simbol perlawanan, telur-telur beterbangan menghantam dinding, dan pintu kantor tak luput dari gedoran keras. Ironisnya, tak satu pun dari pihak perusahaan pembiayaan itu menampakkan diri untuk menjawab jeritan protes.

Ketua IPK, Tomi Ari Wibowo, membeberkan bahwa amarah ini muncul karena dugaan ketidakadilan yang dialami korban, seorang ibu yang hanya terlambat membayar angsuran satu bulan. Namun keterlambatan itu justru jadi awal kisah pahit—pembayaran berikutnya diblokir, dan mobil Toyota Raize milik korban ditarik tanpa kompromi.

“Awalnya hanya telat sebulan, tapi ketika hendak membayar, sistem malah menolak. Saat datang ke kantor, korban malah disuruh pulang dan diminta datang lagi dengan membawa mobil,” ujar Tomi di tengah aksi massa.J

Jebakan Halus

foto : Sigit Cahya Setyawan

Yang menyakitkan, lanjut Tomi, korban dibujuk untuk menandatangani dokumen yang disebut sebagai bentuk bantuan. Namun di balik kertas itu, ternyata terselip Berita Acara Serah Terima Kendaraan (BSTK)—sebuah jebakan halus yang membuat mobil sah milik korban ‘berpindah tangan’.

“Ada tanda tangan tambahan yang diduga bukan milik korban. Ini tak hanya manipulatif, tapi juga mengarah pada pemaksaan dan penipuan,” tegasnya.

Lebih tragis, meski korban telah menunjukkan itikad baik untuk melunasi angsuran, mobil tak juga bisa ditebus. Seolah ada skenario tersembunyi untuk memastikan kendaraan tersebut benar-benar hilang dari tangan pemilik aslinya.

“Sudah lebih dari setahun korban rutin membayar. Tapi ketika ingin melunasi, tidak diberi akses. Jelas-jelas ini bukan sekadar administrasi, tapi ada niat menguasai kendaraan dengan cara tak sah,” tambah Tomi.

IPK berencana membawa kasus ini ke ranah hukum, melaporkannya ke Polres Kediri dengan tuduhan penipuan, penggelapan, dan perampasan. Mereka juga mengultimatum akan menggelar aksi setiap hari kerja mulai Senin (03/08), hingga ada titik terang atau kantor tersebut benar-benar tutup.

“Kami tak akan berhenti sampai leasing seperti ini tak punya tempat di Kediri. Sudah cukup praktik premanisme bermantel legalitas,” pungkas Tomi.

Hingga artikel ini diterbitkan, pihak CIMB Niaga Finance belum memberikan pernyataan resmi. Diam yang sunyi, di tengah gelombang protes yang tak akan berhenti begitu saja.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :