Rapat koordinasi distribusi logistik Pilkada Serentak (Muhamad Dastian Yusuf)

Penjelasan KPU Kota Kediri Terkait Perobekan Stiker Vinanda dan Gus Qowim di Rumah Warga

KEDIRI – Melalui Ketua KPU Kota Kediri, Reza Christian dikonfrimasi disela Rapat Koordinasi Pendistribusian Logisitik, Senin (25/11), didapat penjelasan. Jika pihaknya belum menerima laporan atas kejadian perobekan stiker.

Terdapat gambar calon Wali Kota Vinanda Prameswati dan calon Wakil Wali Kota KH. Qowimudin Thoha dilakukan oknum PPS. Terjadi di sejumlah rumah di wilayah Kelurahan Semampir Kecamatan Kota, tepatnya di RT. 17 RW 03.

Reza menjelaskan jika informasi yang diterimanya masih simpang siur dan belum menerima informasi secara utuh. Pasca kejadian perobekan stiker, sebelumnya berusaha dikonfirmasikan ke Nia Sari selaku Komisioner Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi.

“Konfirmasi ke Parmas atau Pak Ketua,” tulisnya saat dikonfirmasi.

Sementara penjelasan dari Ketua KPU, bila pihaknya menerima laporan akan melakukan klarifiasi kepada PPK dan PPS.

Diberitakan sebelumnya, terdapat aduan dari Zaenal Arifin, warga setempat. Jika stiker dipasang di rumahnya juga di dua tetangganya telah dirobek. Setelah dirinya melaporkan ke Posko Golkar, kemudian keesokan harinya didatangi 5 orang mengaku dari PPS Semampir.

“Kemudian tadi pagi (kemarin, red),  ada lima orang ternyata petugas PPS, mengakui jika mereka yang menyobek stiker tersebut. Saya katakan jika saya secara pribadi memaafkan, namun permasalahan ini tetap saya laporkan ke posko pemenangan pusat,” jelasnya.

Seiring ditetapkannya Keputusan KPU Nomor 1363 Tahun 2024, maka dalam Pilkada Serentak ini. Terkait pemasangan dan pelepasan Alat Peraga Kampanye merupakan tanggung jawab penuh KPU. “Tugas Bawaslu hanya pengawasan dan bila ada pelanggaran,” jelas Ketua Bawaslu Yudi Agung Nugraha dikonfirmasi kemarin.

Jurnalis : Muhamad Dastian Yusuf
Editor : Nanang Priyo Basuki