KEDIRI – Meski Timnas Indonesia mengalami kekalahan dari Timnas Jepang, namun rasa nasionalisme warga Kota Kediri pada khususnya. Mendapatkan apresiasi dari Vinanda Prameswati secara khusus turut hadir saat digelar nonton bareng (nobar) di Balowerti Sport Center, Jumat (15 /11).
Momen kebersamaan ini juga ditandai bagi-bagi doorprize kepada sejumlah warga yang hadir, diserahkan langsung Mbak Vinanda bagi yang mampu menjawab kuis dengan benar. Calon Wali Kota Kediri akan berpasangan dengan KH. Qowimudin Thoha sebagai calon wali kota, hadir dengan memakai jersey Timnas.
Kehadirannya langsung disambut Afif Fachrudin Wijaya, anggota DPRD Kota Kediri selaku penyelenggara acara serta sejumlah tokoh pemuda diantaranya Tomi Aribowo, Akson Nul Huda dan Reza Darmawan.
“Alhamdulillah, ternyata panjenengan semua antusias untuk nobar melihat Timnas kita tercinta bermain. Kita harus bersatu untuk mendukung Timnas, rasa nasionalismenya yang hadir pada malam hari ini cukup tinggi dan saya sangat senang. Meskipun skornya kalah 0-4, tapi saya terhibur karena panjenengan semua tetap setia menonton, tidak putus asa dan itu mencerminkan semangat perjuangan,” ungkap Vinanda merasa bangga.
Wujudkan Kediri Mapan

Usai nobar Vinanda rupanya tak segera beranjak, dia pun memilih menyapa para pedagang berjualan di sekitar lapangan. Salah satunya menemui Sriani, penjual soto terlihat bahagia bisa bertemu langsung dengan calon wali kota.
“Saya senang bisa bertem Mbak Vinanda, sosok anak muda yang cekatan, pinter, ramah, dan sopan sekali. Harapan saya kalau Mbak Vinanda jadi wali kota nanti, sandang pangan seluruh warga Kota Kediri tercukupi. Semua harga sembako terjangkau dan biaya sekolah tidak terlalu mahal. Semoga Mbak Vinanda diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan,” ungkapnya.
Sementara beberapa orang dan para pedagang lainnya, menyampaikan harapan. Jika Vinanda duduk sebagai wali kota, mampu memberikan harapan baru bagi seluruh warga Kota Kediri. Atas kebutuhan kesehatan, pendidikan, terbukanya lapangan kerja hingga menaikkan tingkat ekonomi masyarakat.
jurnalis : Muhamad Dastian Yusuf editor : Nanang Priyo Basuki