KEDIRI – Pengukuhan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kediri digelar di aula Kantor Desa Sumberejo Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, Sabtu (09/12). Pengukuhan ini dihadiri Wakil Ketua KOSTI Jawa Timur, Saiful Imam.
Dihadiri para anggota hingga perwakilan KOSTI dari Jombang dan Tulungagung. Dikukuhkan H. Ardi .S.H, sebagai Ketua KOSTI Kediri, selanjutnya Saiful Imam berharap harus lebih aktif dalam menggandeng stakeholder dan paguyuban lainnya.
“KOSTI Jawa Timur tentunya memiliki harapan kepada pengurus lebih aktif bekerja sama dengan pemerintah daerah kemudian dengan paguyuban yang lain. Supaya bisa merangkul, sehingga tercipta keguyuban di Kediri,” jelas Imam
Meskipun ada satu program yang belum terlaksana yakni Galang Dana Dua Puluh Ribu (Gaduri), KOSTI Jawa Timur tetap optimis. Tujuan dari Program Gaduri bisa tercapai, yakni mendirikan kantor pusat untuk kepentingan paguyuban
“Ada satu program namanya Gaduri, yang belum terlaksana. Kami tetap optimis dan bersabar bahwa nantinya program ini akan bisa terlaksana sehingga pembangunan kantor di Jakarta atau Semarang bisa terwujud,” terangnya
Dengan Sepeda Jalin Silahturahmi

Lalu, sebenarnya sisi menarik dari sepeda tua? Dijelaskan Ardi. Bawah sepeda tua merupakan saksi sejarah di mana banyak pemimpin dan pengusaha sukses yang pernah menggunakan sepeda tua untuk moda mobilitasnya
“Yang mana sepeda tua sudah terbukti ikut mengukir sukses seseorang, baik itu kalangan pejabat, pebisnis, dan rumah tangga dan banyak sekali contohnya” tegas Ardi
Tercatat ada 2.600 orang yang tergabung dalam 76 klub sepeda di Kediri. Jumlah ini cukup fantastis untuk sebuah hobi sepeda tua. Tentunya dengan anggota yang besar dibutuhkan sebuah solidaritas yang tinggi sesuai tagline Satu Sepeda Sejuta Saudara.
“Kalau klub sepeda tua di kota dan kabupaten terdapat 76 klub, dengan anggota kurang lebih 2.600 orang. Untuk programnya yang jelas, mempertahankan sepeda tua sebagai sarana untuk silaturahmi,” jelasnya
Disamping itu, menjelang pemilu 2024. KOSTI berkomitmen teguh untuk menjaga netralitasnya. Akan ada peringatan dan sanksi khusus jikalau terdapat anggota KOSTI yang berpihak pada partai tertentu
“Jadi KOSTI ini secara tegas dan sudah ada rambu-rambunya kita akan tetap netral dalam pemilu 2024 ini, dan kita tidak boleh membawa nama-nama partai. Jadi nanti kalau misalnya anggota KOSTI kedapatan membawa atribut partai tertentu nanti kita akan memberikan peringatan dan sanksi,” tegas Saiful
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim Editor : Nanang Priyo BasukiBagikan Berita :









