Dua Dokter Spesialis RSUD Gambiran Resmi Mundur, Ashari : Bentuk Ketegasan Kepala Daerah

Bagikan Berita :

KEDIRI – Dikabarkan dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengabdi di RSUD Gambiran telah mengundurkan diri. Dibenarkan Ashari, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri, dua orang tersebut merupakan dokter spesialis. “Ini merupakan bentuk resiko dan ketegasan dilakukan kepala daerah, bahwa RS Gambiran merupakan fasilitas umum. Semua harus menuruti aturan kepegawaian yang ada,” jelasnya, Jumat (04/11).

Didapat informasi, bahwa dua dokter spesialis dr. Ririn dan dr. Diana telah mengundurkan diri bukan hanya dari rumah sakit milik Pemerintah Kota Kediri. Namun keduanya juga telah resmi keluar sebagai ASN.

“Memang benar telah mengundurkan diri 2 ASN. Informasi lebih lengkap silahkan konfirmasi ke pihak RSUD Gambiran,” jelas Wahyu Kusuma Wardhani, selaku Inspektur Inspektorat Pemerintah Kota Kediri. Melalui Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Gambiran, Alfan Sugianto disarankan untuk konfirmasi langsung ke bidang humas. “Silahkan konfirmasi melalui Mbak Nitra yaa,” ucapnya.

Namun hingga berita ini diturunkan, Nitrasari selama ini menjabat bidang humas belum bisa dikonfirmasi. Ditambahkan Ashari, bahwa mundurnya 2 ASN ini merupakan resiko atas tanggung jawab dan amanah diberikan negara.

“Kami berapakali sidak dan memanggil pihak rumah sakit. Keluhan lambannya pelayanan hingga ASN sering datang telat,” tegas Ketua DPC Demokrat Kota Kediri.

Dia pun membandingkan RSUD dr. Iskak Tulungagung, merupakan sama-sama rumah sakit milik pemerintah daerah. Bagaimana pasien beserta keluarganya mendapatkan pelayanan cukup baik ditunjang fasilitas. “Ini bagian dari resiko, daripada sering datang telat. Malah kabarnya dua ASN mundur ini punya usaha klinik cukup ramai pasiennya,” imbuhnya.

Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :