Jurnalis Kediri Boikot Persik!!!

Bagikan Berita :

KEDIRI – Pertemuan perwakilan wartawan dengan Panpel Kediri bertempat di Mapolres Kediri Kota berakhir deadlock. Acara difasilitasi Polres Kediri Kota, Rabu (21/09), tidak dicapai kata sepakat karena tuntutan jurnalis tak juga direalisasi. Bahkan, sejumlah wartawan menyebut Widodo Hunter harus bersikap netral dan tidak malah melakukan provokasi kepada wartawan.

Acara di atasa dihadiri Waka Polres Kediri Kota Kompol Himmawan Setiawan didampingi para perwira utama dan Ketua Panpel Abriyadi Muhara. Kemudian perwakilan organisasi wartawan dari AJI, IJTI, PWI dan PFI.

Disampaikan Bambang Iswahyudi, selaku Ketua PWI Kediri. Terkait Panpel dianggap tidak profesional dalam menyelesaikan permasalahan terjadi. Tidak terlihat ada niat baik untuk menyelesaikan masalah sesuai tuntutan. Atas pemukulan dilakukan oknum suporter memakai rompi warna pink.

Bahkan terkesan pelaku telah dipastikan pihak Panpel merupakan suporter Persikmania, sengaja disembunyikan dihadapan publik. “Permintaan kami pelaku menyampaikan maaf secara terbuka dihadapan wartawan. Kemarin disebutkan youtuber, sekarang dijelaskan dia suporter oleh pihak Panpel. Kemudian membuat pernyataan video minta maaf tanpa sepengetahuan perwakilan wartawan,” jelas Ketua PWI.

Melalui Widodo Hunter sebagai Wakil Ketua Panpel kemudian menyampaikan undangan kepada sejumlah wartawan, dianggap ada maksud tertentu. Apalagi setelah didapat kabar, pada waktu bersamaan ratusan Persikmania juga berada di sekitar Mess Persik. “Siapa yang menjamin keselamatan kami. Kini yang terjadi, seakan kita akan dibenturkan dengan Persikmania,” ucap Rino Hayyu, anggota AJI Kediri.

Terkait sejumlah pertanyaan tersebut, Ketua Panpel Abriyadi Muhara menyampaikan dia awalnya tidak tahu atas pertemuan digelar Selasa malam. Kemudian datang ke Mess Persik hingga pukul 8 malam, Kemudian dari keterangan Widodo Hunter pertemuan tersebut ditunda. Kemudian setelah pulang, mendapatkan kiriman video permintaan maaf.

“Saya kira saat membuat pernyataan minta maaf ini atas sepengetahuan perwakilan wartawan. Saya cuma mendapat kabar jika pertemuan dengan perwakilan wartawan dicancel. Kemudian saya mendapat kiriman video dari Pak Widodo berisi permintaan maaf. Saya pikir masalah ini sudah selesai, rupanya semua ini diluar kesepakatan,” ungkapnya.

Atas permintaan wartawan dan Waka Polres, Abriyadi Muhara kemudian menelepon Widodo Hunter agar datang di Mapolresta. Didapat jawaban, dia siap hadir dalam pertemuan. Namun ditunggu hingga menjelang pukul 12.00 wib, wakil ketua panpel ini tak juga tiba.

“Salah satu harapan kami, pelaku tinggal datang dan meminta maaf secara terbuka disaksikan dari bapak Kepolisian. Jangan benturkan kami dengan suporter. Bila dihadirkan disaksikam Kepolisian, wartawan dan Panpel, Insya Allah selesai. Insya Allah wartawan tidak pernah berurusan dengan suporter kalau oknum pemakai rompi pink dihadirkan di Mapolres Kediri Kota,” ucap H. Efendi Muhtar, anggota IJTI Kediri.

Kini kabar terbaru, perwakilan wartawan berencana membawa kasus ini ke PSSI. Selain itu, akan menggelar aksi demo untuk memberikan pernyataan sikap memboikot segala bentuk kegiatan Persik Kediri. “Kita akan menggelar aksi boikot peliputan Persik,” ungkap Adimas Budi, anggota AJI Kediri.

Editor : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :