foto : Anisa Fadila

Wujudkan Kediri Sport Tourism, Hadirkan N-Lions di Kejurnas Jatim Open 2025

Bagikan Berita :

KEDIRI — Gelaran Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grade-B Jatim Open 2025 tak sekadar menghadirkan persaingan teknik dan tenaga. Panggung pembukaan akan disulut oleh atraksi memukau dari kelompok seni bela diri taekwondo N-Lions, tim yang mengawinkan akrobatik penuh energi dengan sentuhan ritmis ala K-pop. Mereka dijadwalkan tampil pada Sabtu besok di GOR Jayabaya, Kota Kediri.

Yang membuatnya semakin menarik, N-Lions bukan sekadar tim biasa. Mereka lahir dan tumbuh di lingkungan pondok pesantren, namun sukses menembus berbagai panggung nasional hingga internasional. Beranggotakan 13 atlet, tim ini dikenal mampu menyulap teknik taekwondo menjadi pertunjukan berkelas dunia.

Menjelang tampil di hadapan peserta kejurnas dan para penonton, mereka menjalani gladi bersih pada Jumat (21/11). Ketua Panitia Kejurnas Taekwondo, Joko Arianto, menegaskan kehadiran N-Lions bukan hanya sebagai sesi hiburan pembuka, melainkan membawa misi penting: mengangkat citra Kota Kediri di panggung nasional melalui seni bela diri.

“Saya memilih N-Lions karena mereka sudah dikenal luas. Penampilan mereka besok pasti ditonton banyak orang, dan nama Kediri ikut terangkat,” ujar Joko.

Menurutnya, undangan semacam ini jarang diberikan untuk event tingkat daerah. Biasanya, N-Lions tampil di ajang besar atau pertunjukan internasional. Dengan anggota yang berasal dari berbagai daerah—dari Riau hingga Sulawesi—kehadiran mereka diyakini mampu memperluas cerita tentang Kediri, apalagi seluruh rangkaian acara akan disiarkan secara langsung ke seluruh Indonesia.

Meski waktu persiapan tergolong singkat, N-Lions tetap menerima ajakan tampil. Joko menyebut ada ikatan emosional antara tim dan panitia, sekaligus hubungan historis dengan Kota Kediri yang mereka kenal sebagai kota tua dengan tradisi pesantren yang kuat.

N-Lions sendiri merupakan tim demonstrasi dari Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Bogor. Mereka mulai dikenal publik sejak menampilkan aksi akrobatik di panggung Indonesia’s Got Talent 2022 dan meraih posisi tiga besar. Sejak berdiri pada 2004, mereka terus menghiasi berbagai event bergengsi di dalam dan luar negeri. Sang manajer, Mahbub, menyebut perkembangan tim begitu pesat berkat dukungan para pelatih dari Korea.

“N-Lions berdiri karena kerja sama Korea dengan pesantren. Kami mendapat 11 pelatih dari Korea yang bergantian selama dua tahun, bagian dari program KOICA yang kemudian beralih ke KCC Korea Culture Center,” ucapnya.

Dedikasi tim ini bahkan menarik perhatian pemerintah Korea. Presiden Korea pernah datang langsung ke pesantren untuk memberikan penghargaan. Evaluasi para pelatih menunjukkan bahwa perkembangan teknik dan disiplin para atlet tumbuh paling cepat di lingkungan pesantren.

Setiap Sabtu hingga Kamis, pukul 13.00–17.30, para atlet digembleng dalam latihan intens. Untuk menjaga standar, mereka menerapkan sistem degradasi: siapa yang performanya menurun, harus memberi ruang bagi talenta baru. Cedera menjadi hambatan paling besar—bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga mental. Karena itu, protokol pencegahan dijalankan ketat, mulai dari larangan gerakan ekstrem tanpa pengawasan hingga pola makan disiplin.

“Atlet setiap hari makan nasi jagung untuk mengurangi gula dan meningkatkan vitamin A. Hampir semua makanan direbus, sangat minim gorengan. Ini terbukti mempercepat pemulihan cedera,” jelas Mahbub.

Manajemen latihan dan pola pembinaan tersebut membuat N-Lions terus berkembang sebagai tim demonstrasi dengan kekuatan teknik dasar, presisi tendangan, estetika gerak, dan elemen akrobatik yang diramu dalam satu suguhan utuh.

Perjalanan mereka menuju Kediri pun dipersiapkan matang. Tim memilih bus sleeper, agar para atlet bisa beristirahat setelah agenda padat di Jakarta. Seluruh persiapan itu membuat penampilan N-Lions pada pembukaan Kejurnas Grade-B Jatim Open 2025 diprediksi menjadi salah satu momen yang paling ditunggu dalam gelaran tersebut.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :